Sebuah Rekonstruksi dan Kritik Terhadap Pemikiran Ben Anderson
Ada keterputusan dan kontradiksi dalam sumbangan Ben Anderson terhadap studi politik Indonesia kontemporer. Perspektif budayanya yang semula memiliki kualitas sebagai sejenis pendobrak konservatisme akademis, dalam perkembangannya terserap ke dalam mainstream studi politik Indonesia, sehingga tidak lagi bermakna radikal.
TULISAN ini hendak memuat suatu evaluasi kritis terhadap sumbangan Ben Anderson dalam studi politik Indonesia. Meskipun, seperti akan ditunjukkan dalam tulisan ini, karya-karya Anderson jelas tidak hanya menggunakan apa yang dapat disebut sebagai perspektif budaya, dalam komunitas ilmuwan politik Indonesia ia paling dikenal sebagai sarjana asing yang secara berhasil menggunakan perspektif ini untuk menelaah politik Indonesia kontemporer. Untuk membahas makna sumbangan Anderson tersebut, di sini metode yang digunakan adalah membandingkan karya-karya terpentingnya, yang ditelusuri dengan cara yang sebagian besar kronologis, dengan tujuan mengidentifikasi kontinuitas dan keterputusan, maupun konsistensi dan kontradiksi dalam sumbangan Anderson terhadap studi politik Indonesia ini. Lebih jauh lagi, sumbangannya itu akan dibandingkan dengan perkembangan studi politik Indonesia secara umum. Karena di sini kita berminat untuk membahas pemikiran Anderson secara keseluruhan, perbandingan dengan karya Anderson yang tidak secara khusus berkaitan dengan studi politik Indonesia juga menghasilkan sejumlah pengamatan yang menarik. Sesuatu yang penting untuk dilihat adalah bagaimana dalam perkembangan karirnya, Anderson beralih dari perspektif budaya dan mulai menjelajahi kemungkinan-kemungkinan sebuah perspektif kelas, maupun suatu perspektif historis komparatif yang lebih berdimensi global. Salah satu hal yang akan dibicarakan adalah bagaimana perspektif budaya yang disumbangkannya, yang pada mulanya memiliki kualitas sebagai sejenis “pemberontakan intelektual” terhadap mainstream studi politik Indonesia, dapat terserap ke dalam mainstream itu, sehingga kehilangan makna “radikal”nya.
1 Tulisan ini merupakan versi yang direvisi dan diringkas dari sebuah monografi yang dihasilkan penulis untuk Society for Political and Economic Studies (SPES) pada 1988.