Perubahan Sosial dan Pembangunan
Kajian pada Komunitas Padi Sawah Sulawesi Selatan
Kegiatan pembangunan dapat mempengaruhi pola dan tingkat gerak penduduk. Sebaliknya gerak penduduk mempengaruhi dan memperlancar pembangunan serta mengakibatkan perubahan sosial-budaya dan ekonomi. Gerak penduduk dan pembangunan dapat berakibat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rumahtangga. Karenanya, kebijaksanaan yang menahan arus penduduk adalah kurang tepat.
DALAM rangka perencanaan kebijaksanaan di bidang gerak penduduk sebagai penunjang pembangunan (nasional, regional dan pedesaan), perlu diketahui bagaimana pola dan perilaku gerak penduduk di berbagai daerah di Indonesia. Khusus untuk daerah Sulawesi Selatan, studi gerak penduduk ini masih terbatas, padahal gejala sosial ini semakin meningkat. Kalau pun gejala sosial tersebut sudah dikaji, namun masih terbatas pada gerak penduduk permanen dan lebih banyak difokuskan pada pengaliran penduduk ke luar (out flow) provinsi.1
Studi gerak penduduk di Indonesia pada umumnya dan di Sulawesi Selatan pada khususnya belum banyak dikaitkan dengan perubahan sosial budaya dan ekonomi penduduk, dan tidak atau belum dibahas dalam konteks pembangunan yang kegiatannya semakin meningkat. Kajian semacam ini akan lebih berdaya guna bila dikaitkan dengan usaha-usaha pembangunan dan perubahan sosial ekonomi.
1 Lihat misalnya Jacquiline Lineton, Pasompe Ugi: Bugis Migrant and Wanderers, Archipel 10, 1975, hal. 173-201; Hasan Walinono, et al, Sebab Musabab Outflow Penduduk Sulawesi Selatan, Lembaga Kependudukan Unhas, Ujung Pandang, 1974 dan 1975; dan Suhartoko, Merantau bagi Orang Wajo, Studi Kasus Tentang Hasrat Merantau orang Wajo, PLPIIS, Unhas, Ujung Pandang, 1975.