Prisma

Akses Atas Tanah sebagai Indikator Pendapatan Rumah Tangga Pedesaan

Kasus Daerah Cidurian, Jawa Barat

Akses atas tanah tampaknya tidak memadai lagi dijadikan indikator tingkat pendapatan rumahtangga pedesaan. Penelitian di Cidurian ini menunjukkan peran kegiatan usaha luar tani justru semakin menentukan. Dan hanya terdapat korelasi positif yang rendah antara tingkat akses atas tanah dengan tingkat pendapatan usaha non-tani.

AKSES atas tanah, baik itu sebagai pemilik maupun penyakap, sering dilihat sebagai faktor penentu dalam pendapatan rumahtangga pedesaan di Jawa. Artinya, dipercaya ada keterkaitan antara keluasan tanah yang digarap atau disakap oleh satu rumahtangga dengan tingkat pendapatan dari usaha tani, yang pada gilirannya menentukan tingkat pendapatan rumahtangga. Namun dewasa ini, bukti-bukti empiris semakin memperlihatkan bahwa pendapatan rumahtangga pedesaan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada faktor-faktor semacam itu. Akhir-akhir ini akses akan kegiatan di luar usaha tani, baik itu di pedesaan maupun di lain tempat, kelihatannya semakin dominan. Dan bahkan sumbangan pendapatan dari kegiatan ini menjadi semakin besar.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan