
Tadashi Fukutake, Masyarakat Pedesaan di Jepang, terjemahan dari Rural Society in Japan, (Jakarta: PT Gramedia, 1989), xxii + 264 halaman.
HAL yang sangat mendasari perkembangan kemajuan Jepang saat ini adalah reformasi di kawasan pedesaannya. Sektor pertanian benar-benar tampil sebagai sektor landasan, baik dalam hal output maupun tenaga kerjanya. Proses reformasi menghasilkan kelebihan output dan kesiapan tenaga kerja terdidik di kawasan pedesaan, sehingga proses transformasi sosial dan ekonomi menuju masyarakat industri berjalan dengan baik. Meskipun demikian Fukutake menilai perubahan-perubahan yang terjadi di desa memiliki dampak yang positif maupun negatif.
Sebenarnya reformasi di kawasan pedesaan tersebut telah berlangsung sejak zaman Meiji (1868-1912). Buah dari reformasi tersebut bisa dilihat hasilnya pada zaman Taisho-Showa (1912-1926) maupun zaman Showa (1926-1989) ketika kaisar Hirohito naik tahta. Di Jepang, meskipun luas tanah tidak bertambah dalam hal pemilikan per keluarga, tetapi produktivitasnya kian meningkat sehingga tingkat hidup petani terasa meningkat pula. Antara tahun 1880-an sampai tahun 1915, hasil panen padi sebagai bahan makanan pokok di Jepang naik 50%, dan pada zaman Showa berikutnya masih meningkat lagi sekitar 20%.