Keperkasaan ekonomi Jepang dewasa ini, tidaklah hadir secara tiba-tiba. Sistem imperialisme yang dibangun pada masa kolonialisme, melalui peran negara yang kuat dan mengintegrasikan wilayah jajahannya, merupakan salah satu resep keberhasilannya dewasa ini. Secara positif, dampaknya juga telah melahirkan kesuksesan pembangunan bekas koloninya, yakni Korea Selatan dan Taiwan saat ini.
PERKEMBANGAN ekonomi negara-negara di Asia Pasifik menimbulkan pelbagai kekaguman maupun kekesalan dari pelbagai negara lain di dunia. Istilah seperti “the Pacific century” sebenarnya menunjuk kepada perkembangan tersebut secara keseluruhan; sementara itu muncul pula istilah-istilah seperti “NICs”, “the four little dragons“, yang di Indonesia dikenal sebagai “empat macan Asia”, untuk menunjuk Korea Selatan, Taiwan, Hongkong dan Singapura yang dianggap paling mengagumkan di kawasan itu. Dunia semakin tertarik kepada usaha menggalakkan usaha ekspor, membangun sektor industri, mengundang modal asing, dan mengungkit model Jepang sebagai yang perlu mendapat perhatian. Perdebatan timbul tentang kebijakan pemerintah dibalik kisah sukses mereka ini; ada yang percaya bahwa keberhasilan itu ditunjang oleh liberalisasi perdagangan dengan mempergunakan segala resep yang diramu oleh ahli neoklasik ekonomi. Dan tidak sedikit yang menceritakan bahwa keberhasilan mereka itu lebih disebabkan oleh kebijakan neomerkantilis.11
Sementara itu disadari bahwa peranan sistem internasional ternyata sangat membantu keberhasilan ekonomi Jepang dan keempat naga kecil itu. Padahal sistem ini mencapai ekuilibrium bilamana negara hegemoni, yang kini adalah Amerika Serikat (AS), dan negara-negara kuat lain (terutama Jerman dan Jepang) bersedia mendukung kestabilan dan kelangsungan sistem tersebut. Yang dikhawatirkan adalah apabila pengaruh negara hegemoni sedang menurun, dan negara-negara lain semakin memperkuat pengaruhnya, ini akan membawa disekuilibrium.2 Buat negara-negara model Jepang, ini berarti keharusan untuk menurunkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ekspor ke AS, di samping pelbagai usaha lain. Oleh karena apapun kebijakan yang diambil kelak akan membawa pengaruh kepada perkembangan politik, maka akan menarik untuk menyimak masa depan “model Jepang” itu sendiri.
* Di dalam hal ini fokus lebih banyak ditujukan kepada hubungan Jepang dengan Korea Selatan dan Taiwan.
1 Pro dan kontra tentang peranan ekonomi dan nonekonomi, khususnya di dalam keberhasilan pembangunan di Korea Selatan dibahas dengan baik oleh M. Shahid Alam, “The South Korean ‘Miracle’: Examining the Mix of Government and Markets,” The Journal of Developing Areas, Januari 1989, hal. 233-258