Masa krisis minyak pada tahun 1974-1979 membawa keuntungan bagi negara-negara pengekspor minyak (OPEC), termasuk Indonesia. Masa yang sering disebut sebagai oil-boom tersebut membawa pemasukan kapital yang besar bagi Indonesia. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan yang strategis pada masa oil-boom tersebut?
INDONESIA sebagai salah satu anggota OPEC adalah pengekspor minyak mentah dalam beberapa jenis, diantaranya jenis Minas dan Sumatran Light (35°). Krisis minyak tahun 1974 dan 1979 (Oil Boom), yang tentunya menguntungkan negara-negara pengekspor minyak, memberi pemasukan kapital yang sangat besar bagi ekonomi Indonesia. Pengeluaran pemerintah naik tinggi tanpa halangan, begitu pula kesempatan bagi Indonesia untuk memasuki pasar kapital dunia semakin besar. Tetapi oil boom yang terjadi dua kali secara beruntun dalam waktu yang cukup pendek juga membawa pengaruh negatif, misalnya terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti pada sektor agraris. Ini yang dimaksud dengan istilah Dutch disease: korelasi negatif antara pertumbuhan sektor minyak dengan perkembangan sektor-sektor tradables lainnya di dalam ekonomi negara pengekspor minyak. Seperti halnya di Indonesia, kapital dari luar yang mengalir ke dalam dengan jumlah yang besar mengakibatkan kurs rupiah terhadap dolar AS (dalam pengertian riil) naik yang selanjutnya melemahkan daya bersaing dari barang-barang ekspor lainnya di luar sektor minyak. Di lain pihak, pengaruh bertambahnya uang di dalam negeri terhadap barang-barang pokok yang digolongkan dalam jenis non-tradables, lewat spending effects, membuat harga-harga barang-barang tersebut naik yang akhirnya menarik semua resources dari sektor tradables ke sektor non-tradables. Semenjak jatuhnya harga minyak di pasaran dunia tahun 1982 bersamaan dengan tingginya tingkat suku bunga (dalam nilai riil) di pasar kapital dunia, ekonomi Indonesia mengalami kesulitan. Banyak usaha-usaha yang telah dan sedang dijalankan untuk mengimbangi kemerosotan pemasukan pemerintah dari sektor minyak.