Prisma

Kebebasan Akademik: Makna, Manfaat dan Masalah*

Kebebasan akademik sering diartikan sebagai kebebasan staf pengajar dan mahasiswa di kampus untuk melakukan kegiatan-kegiatan politik. Tetapi bila kebebasan akademik merupakan padanan academic freedom, maka berarti kebebasan bagi para ilmuwan dan cendekiawan untuk melakukan kegiatan ilmiah tanpa politik. Kenyataannya, di mana pun, pelaksanaan asas ini sangat sulit, karena kebebasan akademik akan menghasilkan temuan dan pandangan-pandangan yang berbeda dan mungkin bertentangan.

Makna Konsep “Kebebasan Akademik” Istilah ‘kebebasan akademik’ dalam karangan ini saya pergunakan sebagai padanan dari konsep Inggris academic freedom, yang menurut Arthur Lovejoy adalah “kebebasan seorang guru atau seorang peneliti di lembaga pengembangan ilmu pengetahuan untuk mengkaji serta membahas persoalan yang terdapat dalam bidangnya, serta mengutarakan kesimpulan-kesimpulannya, baik melalui penerbitan, maupun melalui perkuliahan kepada para mahasiswanya, tanpa campur tangan dari penguasa politik atau keagamaan, atau dari lembaga yang mempekerjakannya, kecuali apabila metode-metode yang dipergunakannya dinyatakan jelas-jelas tidak memadai atau bertentangan dengan etika profesional oleh lembaga-lembaga yang berwenang dalam bidang keilmuannya”.1


* Karangan ini pada dasarnya merupakan perpaduan dari dua makalah, yaitu makalah “Kebebasan Akademik dalam Konteks Pengembangan IPTEK dan Ilmu Pendidikan” yang saya sajikan pada Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh IKIP Sanata Dharma Yogyakarta, tanggal 14 Oktober 1989, dan makalah “Pengembangan Suasana Ilmiah dan Watak Ilmiah di Lingkungan Perguruan Tinggi” yang saya sajikan sebagai pidato ilmiah pada Dies Natalis Ke-29 Universitas Sriwijaya Palembang, pada tanggal 4 Nopember 1989.

Seluruh pernyataan dalam makalah ini merupakan pandangan saya pribadi, dan tidak dengan sendirinya mencerminkan pandangan LIPI.

1 Arthur O. Lovejoy, “Kebebasan Akademik”, dalam Ensiklopedia Ilmu Sosial, Percetakan Keempat Belas, New York: Perusahaan Mc. Millan, 1962, hal. 384. Dengan sengaja saya pilih definisi yang klasik dari Arthur O. Lovejoy ini, karena definisi ini merupakan yang terlengkap. Di samping itu Lovejoy adalah salah seorang dari tiga profesor yang mendirikan American Association of University Professors (AAUP) pada tahun 1915. Kedua orang lainnya adalah John Dewey (Ketua) dan Edwin R.A. Seligman. Dan AAUP ini pada tahun 1915 menyatakan kaidah-kaidah pokok dari kebebasan akademik. Pernyataan AAUP ini kemudian dikenal luas sebagai The Declaration of 1915.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan