Prisma

Pendidikan dan Pembangunan di Asia*

Para perencana pembangunan di negara-negara berkembang menganggap pendidikan memiliki peranan kunci dalam menjawab soal kemiskinan, rendahnya produktivitas dan juga lambatnya pertumbuhan ekonomi. Namun kemudian terbukti bahwa, keyakinan tersebut terlalu berlebih-lebihan. Pendidikan mungkin kondisi yang diperlukan, tetapi bukan kondisi yang mencukupi untuk pembangunan. DIDASARKAN pada optimisme yang tinggi akan memainkan peranan pendidikan dalam pertumbuhan ekonomi, pemerintah di negara-negara berkembang telah menanamkan investasi yang tinggi di sektor pendidikan dalam dua dekade terakhir ini. Di antara para perencana pembangunan terdapat suatu keyakinan yang kuat bahwa pendidikan dapat memecahkan masalah-masalah kemiskinan, rendahnya produktivitas dan juga pertumbuhan ekonomi yang lambat. Masyarakat yang terdidik dianggap memiliki peran kunci dalam pertumbuhan yang berkelanjutan. Sementara itu, masyarakat sendiri juga melihat pendidikan sebagai jalan untuk mendapatkan pekerjaan


* Tulisan ini pernah dipresentasikan dalam seminar Global Objectives 1988, Overseas Development Network, Stanford University, 29 April – 2 Mei 1988.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan