Mencari Pola Simbiosis
Kritik terhadap pembangunan industri saat ini terletak pada kurangnya keterkaitan antara sektor industri dengan sektor pertanian. Orientasi pembangunan industri relatif mengesampingkan peran sektor pertanian-pedesaan, sehingga menyebabkan adanya kesenjangan di sektor pertanian dibandingkan sektor lainnya. Pengembangan agroindustri dinilai sangat tepat untuk mengatasi stagnasi tersebut.
TAK dapat dipungkiri, bahwa Pembangunan Nasional sejak Pelita I sampai dengan saat ini relatif telah mencapai hasil seperti yang diharapkan. Pembangunan pertanian pedesaan yang merupakan satu bagian dalam pembangunan nasional telah berhasil mendukung pembangunan nasional dengan peran klasiknya yakni, menyediakan kesempatan kerja bagi sebagian besar penduduk, menyediakan bahan baku bagi sektor yang berkembang, memenuhi permintaan masyarakat akan pangan, menghemat devisa maupun sebagai pasar bagi produk industri yang berkembang.1 Jalinan erat antara pembangunan pertanian dengan pembangunan nasional telah semakin nampak sampai dengan Pelita IV ini.
1 Lihat B. Johnston dan J. Mellor, "The Role of Agriculture in Economic Development", American Economic Review, September 1961.