Perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dalam hampir semua sektor dalam tahun 1989. Ini merupakan kelanjutan dari kecenderungan pertumbuhan yang terus meningkat yang telah diulas dalam tinjauan perekonomian Indonesia dalam beberapa edisi Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES) yang lalu. Berbagai manfaat yang diperkirakan akan diperoleh dari berbagai paket deregulasi yang diterbitkan dalam tahun 1986-1988 dan dibahas oleh Djisman Simandjuntak dalam BIES edisi bulan April 1989 kelihatannya sekarang sudah terlihat. Perekonomian Indonesia pada dasarnya sudah berada di atas rel yang tepat untuk mencapai sasaran pertumbuhan PDB sebesar 5% yang ditetapkan dalam Repelita V (1989-94). Bahkan sebenarnya, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi dalam tahun 1989 mendekati 6%. Tingkat pertumbuhan ekonomi masih di bawah tingkat pertumbuhan yang dicapai beberapa negara-anggota ASEAN yang lain, terutama Singapura dan Thailand (sekitar 9-10% atau lebih tahun ini), dan ini yang menimbulkan berbagai pertanyaan, mengapa Indonesia masih saja jauh tertinggal di belakang. Sekalipun demikian, jika diukur menurut tingkat pertumbuhan yang telah dicapai Indonesia selama ini, angka pertumbuhan yang mendekati 6% itu mencerminkan pemulihan pertumbuhan yang kuat dari tingkat pertumbuhan yang umumnya rendah pada pertengahan tahun 1980-an.
* Artikel ini adalah terjemahan dari Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES).