Prisma

Sejarah Perfilman Indonesia*

Sejarah perfilman Indonesia menunjukkan bahwa dari awal, film Indonesia semata-mata dianggap sebagai barang dagangan. Keterlibatan pedagang di dunia film dimulai dengan dipraktekkannya pemutaran film yang sebenarnya merupakan kumpulan berbagai potongan film di bioskop-bioskop yang dikunjungi orang pribumi di tahun 1920-an. Usaha Wong Bersaudara yang mencoba membuat film dengan mengandalkan bantuan dari pemilik modal di akhir tahun 1920-an melibatkan pedagang lebih jauh lagi dalam dunia film.

Sejarah “gambar idoep” mulai dikenal oleh masyarakat kita semenjak awal abad ini. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah iklan di sejumlah surat kabar pada masa itu. Iklan dari De Nederlandsche Bioscope Maatschappij yang dipasang di surat kabar Bintang Betawi terbitan hari Jum’at tanggal 30 November 1900, menyatakan:

“… bahoewa lagi sedikit hari ija nanti kasi lihat tontonan amat bagoes jaitoe gambar-gambar idoep dari banyak hal…”.

Dalam surat kabar yang sama terbitan hari Selasa tanggal 4 Desember 1900, ada iklan yang berbunyi:

“… besok hari Rebo 5 Desember PERTOENDJOEKAN BESAR JANG PERTAMA di dalam satoe roemah di Tanah Abang Kebondjae (MANEGE) moelain poekoel TOEDJOE malem …”.

Dan iklan tertanggal 5 Desember 1900, menyatakan:1

“Ini malem 5 Desember PERTOENDJOEKAN BESAR JANG PERTAMA dan teroes saban malem di dalem satoe roemah di Tanah Abang Kebondjae (MANEGE) moelain poekoel TOEDJOE malem”.

Dengan demikian sejak tanggal 5 Desember 1900 itu, masyarakat kita mulai mengenai seni pertunjukan yang kelak dikenal sebagai film.2


* Artikel ini merupakan bagian dari buku yang sedang disiapkan penulis mengenai Sejarah Perfilman Indonesia. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh staf Sinematek Indonesia, khususnya bagian Perpustakaan, yang telah membantu saya selama penelitian ini berlangsung.

1 Periksa, surat kabar Bintang Betawi, terbitan hari Rebo 5 Desember 1900.

2 Pertunjukkan perdana film sinematografi untuk umum, terjadi pada tanggal 28 Desember 1895 di Grand Cafe, Boulevard des Capucines, Paris.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan