Prisma

SEKOLAH PEMBANGUNAN: sebagai pelaksana pembaharuan pendidikan

1. TANTANGAN PENDIDIKAN

1.1. Tidak ada sesuatu didunia ini jang kekal, tidak berubah-ubah, ketjuali perubahan sendiri. Penjair-penulis dan filosof Heraclitus, pada zamannja mengatakan: Panta rei. Pada zaman kita filosof Inggris Bertrand Russell mengingatkan kembali kepada kita: all things are flowing. Kita semua tidak akan mampu membantah kenjataan2 disekitar kita bahwa segala sesuatu itu selalu berubah-ubah. Jang baru, didunia kita dewasa ini adalah bahwa perubahan2 itu berakselerasi, bahwa perubahan2 itu makin hari makin pesat. Kita dihadapkan kepada penemuan-penemuan teknologi baru, timbulnja nilai2 budaja jang baru dan hilang lagi dalam satu generasi, bahkan kurang dari satu generasi. Dewasa ini kita hidup pada zaman transistor jang belum 10 tahun jang lalu masih merupakan penemuan teknologi paling baru. Tetapi tidak mustahil transistor ini akan didesak oleh sistim “micro-circuits” dalam waktu jang tidak terlampau lama. Kehidupan sosial dan politik tidak luput pula dari perubahan-perubahan jang makin dahsjat. Dari 125 negara anggota P.B.B. tidak kurang dari sepertiga djumlahnja adalah negara2 jang merdeka dalam dasawarsa terachir. Kita belum lagi berbitjara tentang kemadjuan2 dibidang komunikasi, dibidang penaklukan angkasa serta antariksa dan lain sebagainja jang semuanja itu merupakan tantangan bagi kita semua, bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menghadapi perpatjuan2 dan perubahan2 tersebut diatas.

1.2. Didalam ilmu hajat kita mengenal evolusi biologis jang dapat dipandang sebagai transmisi dan transmutasi dari “genetic code” sehingga tertjipta mahluk2 baru. Dalam bidang kebudajaan kita kenal evolusi kebudajaan jang berarti transmisi dan transmutasi nilai2 kebudajaan dan ilmu pengetahuan. Proses ini ditempat lain disebut “enculturation” jang diterdjemahkan sebagai “pembudajaan” adalah proses menjesuaikan orang2 untuk setjara memuaskan mengambil bagian dalam dan menjumbangkan kepada segala matjam hubungan jang disjaratkan oleh kebudajaan masing2. “Enculturation” atau “pembudajaan” adalah proses dengan djalan mana seseorang menjesuaikan diri kepada sesuatu kultur dan mengasimilasikan nilai-nilainja.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan