Prisma

DJARINGAN, BUKAN SARINGAN

BUKU TINDJAUAN: IVAN ILLICH, “MASYARAKAT DESCHOOLING” (New York, Harper & Row, 1971 — 116 halaman)

I

Ketjaman-ketjaman terhadap penjelenggaraan program-program studi disekolah-sekolah tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat tinggi telah lama dikemukakan oleh berbagai kalangan pendidik, tjendekiawan, pengadjar-pengadjar dari masing-masing djendjang pendidikan maupun dari anak-didiknja sendiri. Ketjaman-ketjaman itu pada umumnja berkisar pada identifikasi beberapa kesulitan dan hambatan dalam menjelenggarakan program-studi seperti misalnja fasilitas jang kurang memadai, metode-pengadjaran dan sistim pendidikan jang perlu disempurnakan ataupun usaha-usaha untuk menjusun suatu kurikulum jang ideal. Kalangan pendidik, tjendekiawan serta para sardjana biasanja berbeda pendapat mengenai segi-segi struktur dan proses pendidikan disekolah-sekolah, tanpa menilai kembali asumsi-asumsi dasar mengenai manfaat orang bersekolah. Pendidikan disekolah dianggap sebagai suatu program-kerdja seseorang dalam usahanja untuk memperkaja dirinja mengenai bermatjam-matjam segi pengetahuan jang mendjadi kegemarannja, sekaligus tempat ia mempersiapkan dirinja menghadapi tantangan-tantangan hidup.

Demikianlah pada umumnja kalangan pendidik sepakat akan perlunja sekolah sebagai tempat untuk mempersiapkan orang-orang jang mahir berpikir kritis dan analistis, tetapi djuga sanggup melaksanakan pekerdjaan-pekerdjaan jang memerlukan keahlian-terapan. Disetiap kurikulum pendidikan tingkat tinggi di Indonesia, asumsi-asumsi ini telah mendjelma dalam surat-surat keputusan mengenai kurikulum minimal jang diperlukan bagi setiap tjalon dokter, insinjur, ahli hukum dan lain sebagainja.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan