(Artikel ini merupakan ringkasan dari uraian Ruth Daroesman mengenai pembiajaan pendidikan, jang dengan djudul “Finance of Education” dimuat dalam “Bulletin of Indonesian Economic Studies”, Vol. VII No. 3, 1971 dan djuga rentjana untuk Vol. VIII No. 1, 1972).
Ruth Daroesman dari “Australian National University” di Canberra, pada tahun 1970 dan 1971 selama beberapa bulan berada di Indonesia untuk melakukan penelitian ini. Dalam kedua artikelnja itu R. Daroesman melukiskan sistim pembiajaan dewasa ini dibidang pendidikan kita. Setelah membentangkan struktur pembiajaan bidang pendidikan di Indonesia itu, ia setjara kwantitatif maupun kwalitatif menganalisa sumber2 keuangan jang ada, untuk kemudian, dibagian kedua dari tulisannja, memaparkan penggunaan biaja2 tersebut. Achirnja, dalam beberapa projeksi alternatif diketengahkaninja berbagai perspektif mengenai kemungkinan2 perkembangan dimasa jang akan datang. Lukisannja jang singkat mengenai struktur pendidikan (administrasi, sistim perguruan, djumlah siswa, POMG, Jajasan2, dan sebagainja) setjara ringkas dan sistematis memberikan informasi latar belakang jang perlu bagi masalah pokok daripadanja, jaitu: pembiajaan pendidikan, sumber2 serta penggunaan segala biaja itu. Ia menelaah empat sumber dana jang utama untuk pendidikan: (1) Pendapatan Negara umumnja, (2) Uang Negara jang chusus disediakan untuk tudjuan2 pendidikan, (3) Uang sekolah dan iuran2, (4) Sumbangan2 maupun sokongan sukarela. Sumber biaja pendidikan jang utama adalah pendapatan umum Negara (APBN), sedangkan pendapatan Negara dari usaha2 untuk maksud tertentu, seperti misalnja kredit2 internasional, pengusahaan lotere atau hasil pungutan padjak2 chusus, tidak memegang peranan begitu besar.