Prisma

Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja

Ada semacam ketidak puasan dewasa ini terhadap prestasi yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi dinegara-negara kurang maju. Bukan karena pertumbuhan ekonomi tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang cepat, — beberapa negara kurang maju justru mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari pada yang diharapkan — namun karena pertumbuhan ekonomi yang cepat tersebut ternyata kurang mampu memecahkan masalah sosial yang mendesak, yaitu masalah lapangan kerja. Data-data selama ini menunjukkan bahwa cepatnya pertumbuhan ekonomi tidak selalu disertai dengan cepatnya pertambahan lapangan kerja. Untuk seluruh negara-negara kurang maju, selama periode 1948 — 1961, hasil industri bertambah dengan rata-rata 7,5% setahun, tetapi lapangan kerja hanya bertambah dengan kurang separohnya — hanya 3,5% setahun. 1 Di Amerika Latin misalnya, selama tahun 50-an jumlah penduduk dikota-kota bertambah dengan 6% setahun, tapi lapangan kerja hanya bertambah dengan 2% setahun. Selama waktu itu GNP Venezuela naik menjadi dua kalilipat, tapi lapangan kerja hanya bertambah dengan 35%. Dan selama dekade 1960—1970, diperkirakan bahwa jumlah penganggur dan setengah penganggur diseluruh negara kurang maju meningkat dari 166 juta menjadi 248 juta orang, yang berarti peningkatan jumlah penganggur dan setengah penganggur dari 25% menjadi 30% dari jumlah seluruh tenaga kerja.2


1 Werner Baer dan Michael E,A, Harve: “Ketenagakerjaan dan Industrialisasi di Negara Berkembang” dalam “Quarterly Journal of Economics”, Februari, 1966, halaman 89—91.

2 David A. Morse: “The World Employment Programme” dalam “International Labour Review”, Jenewa, Vol, 97, Juni 1968.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan