Studi tentang pemikiran kreatif pada masa yang lampau tidaklah begitu mendapat perhatian, walaupun studi dalam bidang ini telah berkembang baik pada bangsa Yunani Kuno. Mereka namakan bidang studi ini Heuristics (dari Heuriskein = menemukan), namun sayang sekali bahwa peninggalan-peninggadan tertulis yang penting-penting daripadanya tidaklah diketemukan orang. Pada masa selanjutnya studi hanyalah dilangsungkan dalam lingkungan terbatas para filosof, ahli-ahli ilmu jiwa, ilmu alam dan ilmu pasti. Diantaranya dapat disebutkan nama-nama Descartes dan Leibnitz. Dewasa ini atauang mulai menyadari akan perlunya studi dalam bidang pemikiran kreatif ini, yaitu mempelajari proses dengan mana fikiran manusia menciptakan sesuatu yang baru dan berguna. Pendorong kearah kesadaran tsb tiada lain adalah karena makin disadari pentingnya gagasan-gagasan baru untuk mensukseskan tujuan organisasi atau individu. Salah seorang yang menaruh perhatian besar sekali terhadap persoalan pemikiran kreatif adalah Alex Osborn, pemimpin dari sebuah perusahaan iklan besar di AS. Dalam studinya untuk menulis buku “Tehnik Berfikir Kreatif” ia telah berwawancara dengan beratus-ratus orang selama 10 tahun. Ratusan buku, ceramah dan karangan-karangan lain telah dijadikan sebagai bahan pula.