Prisma

Perkembangan Kota & Kehidupan Perkotaan di Indonesia

Memang sepantasnya karangan ini dimulai dengan suatu observasi serta sekaligus pengakuan bahwa disatu fihak “Tuhan telah mencipta seluruh alam” tetapi dilain fihak “manusialah yang mencipta kota”. Bahwa kota itu memang hasil ciptaan manusia akan sukar disangkal, akan tetapi kini juga harus diakui bahwa manusiapun akan menanggung akibat-akibat ciptaannya. Berdasar pada moral Santayana yang mungkin pula telah menggali ajaran-ajaran klasik maka A Nation that does not know (or understand) its history, is bound to repeat it” terpaksa sekarang kita pelajari atau mengerti juga asal mula serta perkembangan kota itu agar jangan terperosok lagi dalam ulangan-ulangan sejarah (kebodohan) kita sendiri1.

Agak sukar untuk mencakup seluruh sejarah perkembangan kota Indonesia itu dalam satu atau beberapa karangan. Maka pasti karangan ini juga tidak akan dapat berpretensi untuk mempelajari semua soal-soal seperti pengertian dasar kota, pengertian urban, urbanisme dan lebih-lebih lagi urbanisasi, sampai pada ukuran-ukuran ke-kotaan metropolitan, metropolitanisasi atau mungkin suatu bentuk kebudayaan yang dapat dinamakan metropolitanisme Indonesia. Terlebih lagi jikalau penafsiran-penafsiran ini hanya akan menambah kontroversi-kontroversi atau kesimpang siuran yang kini sudah ada, sehingga kadang-kadang memang dikuatirkan bahwa perkembangan (kebudayaan) kota secara besar-besaran akhirnya selamanya akan mengakibatkan lagi suatu kekacauan bahasa seperti pernah dialami bangsa Babylonia2.


1 G. Santayana seorang ahli falsafah dan sejarah, ucapan ini agak mirip dengan ajaran dasar agama Buddha.

2 Kitab Injil (Kejadian 11, 1—9) menceritakan usaha manusia untuk membangun suatu menara tertinggi, usaha mana ternyata gagal oleh suatu kekacauan bahasa. Charles Abrahams, ahli urbanisasi dan perumahan pernah menulis suatu glommentary (glossary dan commentary) tentang pelbagai istilah-istilah urban.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan