Sebuah Analisa Kejadian
Pendahuluan
ebenarnya proses perpindahan penduduk dari desa kekota atau dari kota kecil kekota-kota besar lainnya sudah puluhan bahkan sudah ratusan tahun terjadi. Akan tetapi baru dalam pertengahan kedua dari abad ke 20 proses perpindahan penduduk yang demikian mendapatkan perhatian baik oleh para teoritikus, perencanaan dan bahkan kaum awam. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa gejala ini lebih banyak memperoleh penyorotan bagi negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah lebih maju dibidang industri, ekonomi dan tehnologinya. Mengapa demikian? Bukankah proses perpindahan tersebut juga terjadi baik dinegara yang sudah maju maupun negara yang sedang berkembang? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut marilah kita tinjau sejarah perpindahan penduduk dari desa kekota baik yang terjadi dinegara-negara yang sudah maju maupun dinegara-negara yang sedang berkembang.
Dalam abad 18 dan 19 yang lalu, dimana didunia Eropa Barat sedang terjadi Revolusi Industri; terjadilah perpindahan penduduk dari desa kekota secara besar-besaran. Pada waktu itu banyak pengusaha dan pemilik industri merasa bersyukur dengan adanya perpindahan tersebut, sebab dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat terpenuhi. Bahkan oleh banyak ahli ekonomi pada saat itu dinyatakan bahwa perpindahan penduduk dari desa kekota merupakan syarat utama bagi perkembangan ekonomi. Hal ini disebabkan karena biasanya sebagian besar dari orang-orang yang pindah tersebut terdiri dari orang-orang muda berkemauan keras, kuat dan mau bekerja. Orang-orang yang memiliki ciri-ciri yang demikian itulah yang paling disukai oleh industri pada saat-saat berdirinya. Dengan adanya industrialisasi secara besar-besaran tersebut, maka kesempatan bekerja dikota bertambah besar. Disana-sini industri berteriak-teriak masih membutuhkan tenaga. Karena itulah maka perpindahan penduduk dari desa kekota terjadi negara-negara yang sudah maju tidak menimbulkan masalah apa-apa.