Prisma

Modal Asing dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia*

Berapa besarkah ketergantungan pembangunan ekonomi Indonesia pada modal asing? Berapa lama ketergantungan itu akan berlangsung sampai Indonesia tidak usah lagi mengandalkan diri pada pemasukan modal asing? Keengganan untuk bergantung terlalu lama pada bantuan luar negeri dan arus masuknya modal swasta asing, telah mempengaruhi pola rencana pembangunan pada berbagai negara. Salah satu tujuan umum dari kebijaksanaan pemerintah adalah bagaimana menjadi bebas dari arus masuknya modal dari luar (menjadi “self-sustaining”) pada suatu tahun yang dijadikan sasaran (target year). Hingga wajarlah bila pertanyaan-pertanyaan semacam di atas tadi, dewasa ini santer terdengar di Indonesia. Dan pertanyaan-pertanyaan itu akan terdengar lebih sering lagi pada tahun-tahun mendatang.

Jawaban terhadap kasus Indonesia — sayangnya terutama bagi mereka yang menginginkan segera berakhirnya ketergantungan terhadap sumber-sumber luar negeri itu — adalah bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata sangat tergantung pada bantuan luar negeri dan modal asing dan akan terus berlangsung seperti itu untuk waktu yang cukup lama, lama sekali.

Bantuan Luar negeri dan modal swasta asing mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam berbagai cara. (Bantuan luar negeri dan modal swasta asing berbeda terutama dalam hal pengaturan cara-cara memperoleh, mengawasi dan pembayaran kembali dana-dana tersebut. Pada tingkat yang paling luas, keduanya seringkali memiliki pengaruh yang bersamaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan karena itu saya akan menyebut kedua istilah itu sebagai “modal asing”. Dalam meninjau masalah tingkat kemantapan pertumbuhan ekonomi suatu negara (self-sustaining growth), sudah menjadi kebiasaan untuk mempertimbangkan “arus pemasukan modal asing secara netto” (net foreign capital inflows), atau selisih antara pendapatan-pendapatan modal bruto dan pembayaran-pembayarannya kembali dalam suatu jangka waktu tertentu).


* Naskah asli artikel ini ditulis khusus untuk PRISMA dalam bahasa Inggris: “Foreign Capital and Indonesian Economic Growth”. Terjemahan bebas yang termuat disini sepenuhnya menjadi tanggungjawab redaksi PRISMA.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan