Memikirkan masa depan politik luar negeri Indonesia sesungguhnya berarti memikirkan makna dari sekian kemungkinan yang diakibatkan oleh penyesuaian-penyesuaian negara-negara besar — Amerika Serikat, Uni Soviet, Jepang, Eropa Barat dan Republik Rakyat Cina — yang dimulai sejak permulaan dekade tahun 70-an. Ada sebagian para ahli malahan menduga bahwa hampir seluruh masalah-masalah internasional yang akan terjadi di beberapa kawasan dunia pada tahun-tahun mendatang akan merupakan usaha dari penyesuaian-penyesuaian ini. Pengukuran atas keterbatasan-keterbatasan dan kebutuhan negeri kita kepada fihak luar negeri didalam menghadapi masalah-masalah nasional, sudah barang tentu akan merupakan dasar pertimbangan yang sangat pokok. Riwayat politik luar negeri Indonesia, yang sebagian merupakan pengalaman-pengalaman yang pahit, sedikit banyak dinilai sebagai pelajaran yang banyak mengandung arti.
Pengalaman yang ditunjukkan oleh negara manapun membuktikan bahwa konstelasi politik dan kondisi-kondisi ekonomi didalam negeri dan cara elite politik memandang masalah-masalah nasional, merupakan bagian penting yang memberi corak pada politik luar negeri. Hal ini berarti bahwa didalam memandang politik luar negeri dimasa depan, kita dengan sendirinya harus meneropong konstelasi politik dan kondisi-kondisi ekonomi yang potensiil seperti apa yang akan berkembang di Indonesia dan bagaimana arah kecenderungan berfikir dari sebagian besar elite politik didalam memahamkan masalah-masalah nasional, pada tahun-tahun 70-an.