Dalam Rangka Pengembangan Sumber Tenaga Usia Muda
Mengembangkan sumber tenaga usia muda
Masalah yang dewasa ini menimbulkan kontroversi di negara-negara sedang berkembang – mungkin dalam derajat yang agak kurang, juga di negara-negara maju – adalah masalah pengembangan tenaga, khususnya tenaga muda untuk perkembangan sektor ekonomi atau dalam istilah sekarang dalam program pembangunan.
Teristimewa di negara-negara berkembang dimana potensi kekayaan masih tetap potensiil, tingkat teknologi masih rendah, di satu fihak terdapat tenaga yang berlimpah-limpah, di lain fihak masih selalu dirasakan kekurangan tenaga yang trampil dan mampu untuk mengisi jabatan-jabatan yang lowong. Walaupun daya dan dana dikerahkan untuk menambah jumlah sekolah, namun perluasan kesempatan pendidikan tidak juga dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan, khususnya dalam sektor ekonomi modern. Bahkan sebaliknya yang terjadi: pengangguran intelektuil.
Sebenarnya jumlah anak usia sekolah lanjutan yang mendapat kesempatan belum mencapai angka 10% – di tingkat universitas bahkan masih belum mencapai angka 1% – namun sudah dirasakan seolah-olah sistim pendidikan sekolah yang dewasa ada ini telah mencapai titik jenuh, sampai-sampai dianjurkan untuk tidak diperluas lagi mengingat banyaknya jumlah lulusan yang masih menganggur.
Oleh karena itu dalam rangka pengembangan sumber tenaga usia muda sangatlah penting untuk sekali lagi meninjau kembali hasil apa yang dapat kita harapkan dari sektor pendidikan dalam rangka membantu memecahkan masalah pengembangan tenaga usia muda, khususnya dalam hubungannya dengan pembangunan yang akan kita capai dewasa ini.