1. Arti, tujuan dan guna arbitrase dalam perdagangan internasional.
Dalam konperensi internasional yang diadakan di Jenewa (Swiss) pada tahun 1967 mengenai World Peace Through Law, Martin Domke yang menjabat co-chairman dari Standing Commettee on International Commercial Arbitration dalam progress reportnya mengenai topik tersebut mengemukakan antara lain sebagai berikut:
Pentingnya arbitrase komersial akan meningkat dengan perkembangan lebih lanjut dari hubungan perdagangan dunia dan konsep baru berikutnya dari hukum perdagangan internasional. Fungsi dan prosedur arbitrase komersial sebagai praktik pengaturan diri komunitas bisnis dari penyelesaian sengketa komersial, harus dibuat lebih luas diketahui oleh profesi hukum untuk memfasilitasi kontribusi arbitrase untuk mempromosikan Perdamaian Dunia Melalui Hukum.
Pada masa sekarang dunia internasional terdiri dari lebih kurang 124 negara yang masing-masing menganggap dirinya merdeka dan berdaulat penuh, setidak-tidaknya menuntut diperlakukan demikian. Di samping itu perkembangan teknologi modern telah mengakibatkan seakan-akan batas-batas antara masing-masing negara telah hapus. Jarak antara bumi dan bulan pada masa sekarang ini telah dapat ditempuh sehingga dengan sendirinya jarak geografis yang memisahkan masing-masing negara secara teritorial praktis tidak berarti lagi.
Begitu juga jarak yang timbul karena perbedaan dalam bentuk pemerintahan dari masing-masing negara, bahkan juga yang timbul karena perbedaan dalam faham politik dan pandangan ekonomi terutama sejak berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mulai berkurang artinya. Setidak-tidaknya dunia telah dapat menyaksikan diterimanya Republik Rakyat Cina (RRC), sebagai anggota PBB yang kemudian disusul dengan perbaikan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan RRC dan antara RRC dengan Jepang, pada hal sebelumnya orang hampir tidak pernah membayangkan bahwa pada suatu saat jurang yang nampaknya tak dapat dilalui itu akan hapus juga. Berbagai usaha lain juga diadakan untuk lebih mendekatkan hubungan antara negara-negara dari blok yang bertentangan. Juga dalam bidang ekonomi pada akhir tahun 1972 telah terjadi suatu hal yang luar biasa karena barier ekonomi antara Eropa Kontinental dan Inggris telah diterobos dengan diterimanya Inggris sebagai anggota Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).