Prisma

Kata Pengantar Redaktur Tamu

Dalam pemusatan perhatian dan tenaga kita pada usaha pembangunan nasional, sering kita melupakan bahwa usaha kita itu diselenggarakan dalam suatu lingkungan internasional yang turut mempengaruhi usaha pembangunan – baik secara positif maupun secara negatif. Lamban atau pesatnya pembangunan itu, serta peluang-peluang yang terbuka bagi kita dan hambatan-hambatan yang perlu diatasi dalam usaha membina masyarakat yang kita idam-idamkan, untuk sebagian penting akan turut ditentukan oleh kemampuan kita untuk memanfaatkan faktor-faktor internasional itu. Oleh karena itu maka perobahan-perobahan yang sedang terjadi di dalam konstelasi politik internasional, di bidang ekonomi internasional maupun di dalam keadaan mental dan spirituil ummat manusia dan bangsa-bangsa di dunia ini, memiliki arti penting bagi kita. Demikian pula perlu kita ikuti problema-masalah baru yang akan sangat menentukan nasib ummat manusia dalam keseluruhannya dan wajib kita fahami bahwa untuk pertama kali di dalam sejarah, ummat manusia kita berhadapan dengan masalah-masalah yang tidak akan dapat diatasi sendiri-sendiri melainkan memerlukan suatu pemecahan yang integral dan global. Masalah-masalah ini meliputi kemampuan ummat manusia untuk menyelamatkan diri sebagai makhluk yang beradab dan dalam menghadapi persoalan-persoalan mengenai tata susunan politik dan ekonomi internasional.

Karangan-karangan yang dimuat di dalam terbitan ini pada pokoknya mencerminkan dua usaha untuk menanggapi masalah-masalah ini. Yang pertama dilakukan oleh suatu kelompok studi internasional yang menggunakan suatu perspektif budaya, dengan memfokuskan perhatiannya pada persoalan hubungan kebudayaan internasional. Untuk itu telah dibentuk kelompok-kelompok studi di Afrika, Amerika Serikat, Asia Tenggara, India, Jepang dan Timur Tengah, yang semuanya mempelajari masalah-masalah ini dari sudut penglihatan situasi mereka masing-masing dan telah bertemu beberapa kali untuk membandingkan hasil pekerjaan mereka, sambil mencari suatu perumusan permasalahan yang dapat mencerminkan konsensus yang berangsur-angsur telah berkembang di antara mereka. Hasilnya, setelah bekerja dua tahun, ialah dirumuskannya laporan “Membudayakan Masyarakat Dunia” (Reconstituting the Human Community) yang disajikan disini sebagai karangan yang pertama. Berikutnya ialah laporan kelompok studi Asia Tenggara yang dipimpin oleh Sdr. Umar Kayam, pengarang Indonesia, William Lim, arsitek Singapura, dan Sulak Sivaraksa, pengarang dan penerbit Muang Thai. Laporan ini mencerminkan perhatian khusus yang telah diberikan oleh kelompok Asia Tenggara kepada masalah-masalah kebudayaan intraregional. Laporan ini juga mengemukakan perlunya pembinaan lembaga-lembaga regional yang khas untuk mempererat hubungan kebudayaan regional ini.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan