Prisma

Perencanaan Regional dalam Konteks Pembangunan Nasional Indonesia

Menuju suatu Kerangka untuk Kebijaksanaan, Analisa, dan Profesi

Tulisan ini dimaksudkan untuk menjajagi tiga hipotesa. Pertama, bahwa Indonesia dewasa ini sudah mencapai suatu tahap pembangunan nasional yang menuntut dipentingkannya kebijaksanaan pembangunan daerah atau regional. Hipotesa kedua, bahwa metode-metode analisa regional kini makin banyak tersedia dalam literatur internasional hingga memungkinkan Indonesia memperoleh kesempatan yang baik sekali untuk mengembangkan azas, prinsip dan pedoman-pedoman bagi pengarahan kebijaksanaan regional yang mampu mencapai hasil terbaik dalam usaha mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Yang ketiga, dan terakhir, bahwa sekarang inilah tiba saatnya bagi Indonesia untuk memusatkan segala daya-upayanya guna menciptakan suatu profesi yang tangguh bagi para perencana regional. Bila dipertimbangkan kesemuanya, ketiga hipotesa tersebut diharapkan dapat merangsang diskusi pembahasan, seperti kini terlihat dalam penerbitan edisi khusus Prisma nomor ini, yang dapat merupakan suatu sumbangan yang berarti bagi evolusi perencanaan pembangunan regional di Indonesia. Penulis yakin bahwa bagi Indonesia telah tiba waktunya di mana perencanaan regional akan merupakan suatu bidang kegiatan yang sangat vital, dan bahwa diskusi-diskusi semacam ini akan memberi sumbangan kepada dunia akan pengalaman-pengalaman yang unik dan berharga sekali. Bahkan dapat dijadikan suatu model atau pedoman bagi lain negara-negara yang sedang berkembang.

Sebelum melanjutkan pembahasan, penulis merasa perlu menunjukkan beberapa hal penting yang merupakan keterbatasannya. Salah satu limitasi ialah kurangnya pengalaman penulis tentang Indonesia, karena baru sekitar tiga bulan berada di Indonesia. Namun karena penulis berharap akan mencurahkan perhatiannya pada Indonesia untuk beberapa tahun mendatang, maka pengamatan dan saran-saran yang akan diuraikan di sini hanya menampilkan suatu permulaan dari pemikiran penulis. Pengamatan dan saran-saran itu tidak dimaksudkan sebagai hasil karya yang final, seperti misalnya karya seorang konsultan di Indonesia. Keterbatasan pokok lainnya ialah karena pengalaman penulis di negara-negara sedang berkembang lebih menekankan aspek ekonomi dari perencanaan dan pembangunan regional. Dalam tulisan ini, sifat bias, penulis tersebut terlihat terutama dalam pengungkapan contoh metode-metode yang dipakai. Sedangkan seharusnya banyak bidang-bidang pengetahuan lainnya diperlukan untuk suatu perencanaan dan pembangunan regional yang efektif, oleh karena masalah-masalah tersebut menyangkut persoalan yang kompleks sifatnya. Penulis yakin bahwa ilmu ekonomi regional bisa menyajikan suatu kerangka yang bermanfaat untuk mendekati masalah-masalah tersebut.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan