Prisma

Transformasi Politik melalui Media Massa: Uni Soviet dan RRC*

Pembahasan tentang usaha-usaha pembangunan nasional, teristimewa tentang “model-model” pembangunan, sedikit banyak akan menyentuh apa yang disebut sebagai”model Uni Soviet” (lebih di kenal sebagai “model Rusia”) dan “model Cina” (lebih tepat disebut “model RRC”). Dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial, pembahasan tentang kedua model itu sering dikaitkan dengan kemungkinan negara-negara terkebelakang menempuh salah satu “jalan pembangunan” sebagaimana di rintis oleh Uni Soviet sejak tahun 1917 atau seperti yang telah ditempuh oleh RRC sejak tahun 1949. Sesungguhnya “model pembangunan” negara mana pun tidak ada yang “baik” atau yang “buruk”. Masing-masing pengalaman sejarah perkembangan bangsa adalah unik serta mustahil dapat di ulang kembali oleh bangsa lain di tempat dan waktu yang lain. Lebih tepatlah kalau disebut bahwa ada model yang “kaya” dan ada model yang “miskin” – setidak-tidaknya itulah seharusnya pandangan para sarjana ilmu sosial. Akan tetapi sejauh “model” adalah “kerangka pemikiran umum” tentang tujuan dan cara melaksanakan pembangunan nasional, maka baik model Soviet maupun model RRC tetap akan berpengaruh dalam setiap pembahasan akademis maupun dalam dunia pemilihan kebijaksanaan umum di negara-negara terkebelakang.


* Tulisan ini hanya mungkin tersusun berkat bantuan yang diberikan kepada penulis oleh Drs. Gondomono, M.A., Kepala Jurusan Asia Timur, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, terutama mengenai bahan-bahan yang berhubungan dengan RRC. Isi karangan, berikut tafsiran yang dimuat di dalamnya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis sendiri.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan