Biasanya urbanisasi dianggap sebagai salah satu fenomena yang sangat penting dalam modernisasi. Hal ini dihipotesakan sebagai berikut: Bahwa urbanisasi merupakan salah satu yang utama dari tiga tahap di dalam perkembangan masyarakat modern, menyusul kemudian literasi dan pengembangan media massa.1 Apalagi, proses urbanisasi sering dipandang sejajar dan berhubungan dengan aspek-aspek perubahan sosial lainnya, seperti industrialisasi. Dengan perkataan lain, urbanisasi, literasi, media massa, dan industrialisasi dipandang sebagai variabel-variabel independen yang saling berhubungan dan yang mempunyai pengaruh penting terhadap partisipasi rakyat dalam program-program pembangunan. Apakah ada pengaruh dari pada variabel-variabel independen tersebut terhadap partisipasi di Jawa? Kalau pengaruhnya kecil, apakah ada variabel-variabel lain yang kelihatan penting? Apakah ada perbedaan di propinsi-propinsi di Jawa dalam hubungan-hubungan di antara variabel-variabel tersebut? Apakah bukti yang diberikan oleh pola-pola ini bagi evaluasi atas administrasi program pemerintah? Pengertian yang lebih baik dari problem ini seyogyanya merupakan hal yang penting bagi perencanaan dan pembuat keputusan (policy makers) yang menginginkan bertambahnya partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan.
Diskusi ini berdasarkan pada analisa kwantitatif dari kumpulan data di setiap kabupaten dan kota madya seluruh Jawa. Daftar variabel dan indikator yang digunakan untuk mengukurnya dapat ditemui dalam Appendiks I (lihat halaman 75). Perlu diketahui bahwa data ini menggambarkan kesatuan-kesatuan administratif sosial, bukan perseorangan. Karena alasan ini, perlu diingat bahwa kita akan membicarakan lebih banyak tentang sifat-sifat masyarakat atau lingkungan masyarakat di mana orang-orang berpartisipasi dari pada kemungkinan bahwa seseorang dengan sifat-sifat tertentu akan berpartisipasi. Kedua macam analisa itu — unit masyarakat dan perseorangan — diperlukan dan saling membantu. Setiap orang selalu dipengaruhi oleh lingkungannya, yaitu sifat-sifat masyarakat di mana dia tinggal.
* Persiapan tulisan ini banyak dibantu oleh Biro Pusat Statistik, terutama Dr. Haryono Suyono yang memberikan komentar, Sri Handayani dengan computer programing, serta Abdul Rokhim dan Jaty Rani dalam tahap pengumpulan data. Vincentia Ispandriati membantu dalam penyusunan tulisan ini ke dalam bahasa Indonesia.
1 Lihat Daniel Lerner, The Passing of Traditional Society, New York, 1958.