Fungsi Hidangan atau Menu
Jika kita sedang menghadapi hidangan, baik di atas meja yang teratur rapi, maupun duduk di bangku sebuah warung, pada umumnya tidak kita fikirkan lagi apa dan bagaimana seharusnya susunan makanan kita. Bahkan tidak lagi kita persoalkan, mengapa kita perlu makan. Paling jauh kita akan menganggap bahwa makan itu hanyalah untuk menghilangkan rasa lapar. Sebenarnya banyak fungsi yang harus dipenuhi oleh makanan yang kita hadapi sebagai hidangan tersebut. Terdapat berbagai jenis kebutuhan yang harus dipenuhi oleh makanan yang menyusun menu itu. Pertama hidangan harus memenuhi keperluan tugas fisik tubuh kita, ialah menyediakan tenaga, memenuhi keperluan pertumbuhan, pemeliharaan dan penggantian bagian-bagian tubuh yang rusak dan beberapa fungsi jasmaniah lainnya. Bahan-bahan yang memenuhi berbagai tugas di atas, disebut zat-zat gizi (nutrisi). Zat-zat gizi yang diperlukan inilah yang disediakan dalam bentuk bahan makanan yang diolah dan dihidangkan sebagai susunan menu. Jadi satu syarat penting yang harus dipenuhi oleh suatu hidangan atau menu, ialah harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan. Berbagai zat gizi ini tidak terdapat merata dalam bahan makanan. Ada bahan makanan yang lengkap mengandung zat-zat gizi dalam jumlah-jumlah yang diperlukan, tetapi sebagian besar bahan makanan hanya mengandung sebagian saja dari zat-zat gizi tersebut, dan sering masing-masing zat gizi itu tidak terdapat dalam jumlah (kwantum) yang memenuhi keperluan tubuh kita. Jadi, untuk sedikit banyak memberikan jaminan tersedianya semua jenis zat gizi, maka susunan hidangan harus terdiri atas berbagai jenis bahan makanan. Makin banyak ragam makanan yang menyusun suatu hidangan, makin terjaminlah kemungkinan tersedianya semua zat gizi yang diperlukan.