Prisma

Pengembangan Pertanian Sorghum dan Pengaruhnya atas Bidang Ekonomi

Pendahuluan

Tulisan ini mencoba memberikan gambaran dan uraian singkat mengenai kasus nyata dari usaha pengembangan perkebunan sorghum serta sentuhan pengaruhnya terhadap pemecahan masalah kesempatan kerja, penyediaan pangan, peningkatan ekspor, pengembangan ternak dan ikan, dan juga terhadap perluasan dasar ekonomi/sosial Indonesia.

Nama lengkap sorghum adalah Sorghum Vulgare Pers. Jenis-jenis tradisionil sorghum sudah lama dikenal rakyat di desa-desa tertentu. Di Jawa Barat namanya jagung gandrung, kumpai atau centrik, di Jawa Tengah jagung cantel, di NTT jagung rote dan di Sulawesi Selatan batara-tojeng. Batang dan daunnya memang mirip betul dengan jagung. Ia termasuk jenis tanaman yang tahan kekeringan dan budidaya yang gampang. Menurut kegunaannya sorghum ada tiga macam, yaitu grain sorghum (sorghum biji), buahnya digunakan manusia atau campuran makanan ternak, syrup sorghum guna diolah menjadi alkohol (disebut kaoliang) dan forage sorghum yang agak manis batang dan daunnya untuk ternak, jadi yang diutamakan bukan buahnya. Jenis-jenis tradisionil itu berbatang tinggi (2-4 meter) dan berumur panjang (4-5 bulan), sedangkan jenis-jenis baru yang sedang hendak dikembangkan terus berbatang pendek (0,7-1,8 meter) dan berumur pendek (80-100 hari) saja, seperti jenis-jenis 60, KD4, UPCA-S₁, UPCA-S₂ dan lain-lain. Warna biji ada yang putih-abu-abu, coklat-kuning, kemerah-merahan atau coklat.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan