Pendahuluan
Tidak semua sukses pembangunan adalah hasil administrasi pembangunan yang terencana. Tetapi dengan atau tanpa rencana dan ada atau tidak adanya administrasi negara yang efisien, negara dengan pemerintahnya tetap memegang peranan yang penting dalam pembangunan. Minimum diperlukan dukungan pemerintah untuk keamanan dan administrasi yang sederhana. Tetapi yang lebih relevan dan lebih diinginkan adalah peranan negara yang aktif, baik formil maupun tidak formil, dalam implementasi suatu usaha pembangunan. Administrasi pembangunan sebagai proses hanya ada artinya jika pemerintah menjamin peranan negara yang aktif untuk melaksanakan usaha pembangunan yang terarah. Tanpa itu, maka proses pembangunan akan lebih bersifat liberal dan hasilnya merupakan suatu untung-untungan atau usaha coba-coba (trial and error).
Ditinjau dari segi masalah instrumen, setiap negara selalu menghadapi imperfeksi dibanding dengan masalah yang dihadapinya. Ada kalanya masalah yang dihadapi melebihi kapasitas instrumen negara manapun juga untuk menghadapinya, karena masalah yang terlampau suram. Ada kalanya pula masalah yang dihadapi tidak sulit, tetapi instrumen yang ada di tangan negara tidak sanggup menghadapinya. Tetapi realita memaksa untuk menyadari imperfeksi instrumen-instrumen negara dan selalu menilai instrumen mana yang relatif merupakan instrumen efektif untuk mencapai tujuan pembangunan. Identifikasi mengenai instrumen mana yang relatif efektif akan memungkinkan suatu pemerintah untuk menentukan jenis intervensi apa yang akan dititik-beratkan sebagai cara implementasi.
Perbedaan pengertian antara administrasi pembangunan (administrasi pembangunan) dengan administrasi negara,terletak pada perluasan pengertian dalam arti “vertikal” dan “horizontal”. Dari segi perluasan yang bersifat vertikal, kita dapat menggambarkan suatu hirarki jenis intervensi yang bersifat langsung – baik inovatif maupun preventif – dan yang bersifat tidak langsung – baik yang bersifat insentif maupun persuasif. Spektrum dari jenis intervensi adalah luas. Dari segi instrumen yang ada pada tangan negara, administrasi pembangunan mencakup perluasan horizontal yang cukup jauh sehingga suatu negara dengan pemerintahnya tidak hanya tergantung pada sistim administrasi yang bersifat tradisionil untuk melaksanakan usaha administrasi pembangunan melainkan keseluruhan instrumen yang ada di tangannya.