Pendahuluan
Ketegangan yang terjadi antara golongan Islam dengan golongan-golongan lain di dalam masyarakat Indonesia, oleh Harry J. Benda-yang pada waktu hayatnya memangku jabatan sebagai guru besar sejarah di Yale University-dianggap sebagai suatu kesinambungan sejarawi dari perbedaan yang berkelanjutan dan perubahan-perubahan yang terjadi di masa lalu. Berlainan dengan apa yang terjadi di Sumatera-di mana Islam merupakan satu-satunya pilihan dari orang-orang yang ingin ke luar dari kungkungan nilai-nilai kuno yang sudah mapan, sehingga pemimpin-pemimpin Islam adalah juga satu-satunya pilihan sebagai ganti dari pemimpin-pemimpin politik kuno-yang terjadi di Jawa adalah ketegangan memilih kepemimpinan; yaitu kepemimpinan dari pemimpin-pemimpin gerakan Islam yang timbul pada abad ke-19 dan 20, atau kepemimpinan dari kaum cendekiawan sekuler baru yang berpendidikan Barat, sebagai ganti pemimpin-pemimpin politik jenis lama.11 Sebenarnya ketegangan yang terjadi bukanlah hanya ketegangan antara golongan Islam dengan golongan lain, akan tetapi juga terjadi antara berbagai kelompok di dalam golongan Islam sendiri. Ketegangan yang disebut terakhir ini terjadi karena dua sebab. Pertama, adanya pra-anggapan bahwa Islam mengandung ajaran yang utuh dan abadi serta bersifat semesta sehingga dianggap cocok untuk semua umat manusia di berbagai tempat yang berbeda dan dalam kurun waktu yang berlainan. Anggapan ini memberi kemungkinan lahir dan berkembangnya pemberian makna baru dan penafsiran-ulang yang tidak selalu sama-bahkan mungkin sekali justru bertentangan-dan memberi ruang gerak kepada pengembangan wajah yang berbeda setelah ia mengalami penduniawian di dalam berbagai kelompok masyarakat. Sebab yang kedua adalah terjadinya proses penyebaran geografis serta pendalaman pemahaman dan penghayatan-budayawi yang susul-menyusul berkelanjutan sehingga terjadilah berlapis-lapis perkembangan dan pemahaman Islam.22 Sebab yang disebut terakhir ini di samping menimbulkan ketegangan di dalam golongan Islam sendiri, bisa juga mengakibatkan ketegangan antara golongan Islam dengan golongan lain, terutama apabila terjadi perbenturan kepentingan dalam perebutan pengaruh sosial-budaya maupun politik.
1 Harry J. Benda, Continuity and Change in Indonesian Islam, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dimuat di dalam : Taufik Abdullah, Islam di Indonesia: sepintas lalu tentang beberapa segi, (Jakarta: Penerbit Tintamas, 1974).
2 Ibid.