Prisma

Agroindustri dan Petani: Multi Pajak di Vorstenlanden 1850 — 1900

Resistensi petani di satu lokasi dengan aneka tanaman komoditas ekspor jauh lebih hebat, laten dan endemis dibandingkan dengan wilayah yang hanya menanam satu jenis komoditas. Resistensi muncul secara individual dan kolektif yang bercorak gerakan sosial dan keagamaan. Menurut Suhartono respons dan resistensi petani di Vorstenlanden abad XIX terhadap agro industri tergantung dari lokasi, tekanan pajak dan kerja wajib yang dikenakan kepada mereka.

AGAKNYA tidak dapat disangkal, bahwa dalam mengkaji sejarah Indonesia pada umumnya dan sejarah sosial ekonomi pada khususnya kini terdapat kecenderungan baru. Sejak dua dasawarsa terakhir ini kajian sudah bergeser dari sejarah perusahaan ke sejarah petani, buruh, dan sejarah pedesaan, dan kalau boleh disebut adalah mulai ditonjolkannya sejarah wong cilik. Tampaknya sejarah perusahaan kolonial dinilai kurang memberi sumbangan langsung terhadap perkembangan kajian sejarah dewasa ini. Bahkan para peneliti Barat pun sudah mengubah orientasi penelitian yang memperhatikan hal ikhwal petani dan pedesaan, bukan semata-mata petani menjadi subyek, tetapi ketangguhan dan ketahanannya disorot dalam memikul beban ekonomi untuk kepentingan kelompok sosial di atas suasana desa (supra village sphere). Memang pergeseran orientasi tidak terjadi secara drastis, melainkan berlangsung dalam waktu yang relatif lamban. Beberapa peneliti dapat disebutkan dalam persoalan ini.1 Fasseur sudah memulainya tetapi keuntungan kolonial tetap yang menjadi hasil penelitiannya. Walaupun bukan merupakan studi yang utama, van Niel mengukur berat ringannya Tanam Paksa terhadap petani dan Pelzer masih secara umum memperhatikan keterlibatan petani dalam agroindustri.


1 Lihat hasil penelitian mereka. Fasseur, C. Kultuurstelsel en Koloniale Baten. De Nederlandse Exploitatie van Java, 1840-1860. Leiden: Universitaire Pers, 1975; Niel, R. van. “Pengukuran Perubahan Sistem Budidaya di Jawa, 1837-1851”, Indonesia, 14, 1972, halaman 89-109; Pelzer, Karl J. Petani dan Petani: Kebijakan Kolonial dan Perjuangan Agraria di Sumatera Timur, 1863-1947.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan