Dalam masa lalu, umat Islam seringkali dilihat sebagai potret yang suram. Label oposisi dan lainnya yang sejenis selalu lekat dalam diri mereka. Bagi Fachry Ali, mengacu pada persepsi Lukman Harun dan Bill Liddle, perkembangan Islam di Indonesia akan mengalami kemajuan apabila mereka melepaskan diri aktivitas politik praktis.
TULISAN ini bertolak dari persepsi Lukman Harun tentang perkembangan Islam Indonesia di masa Orde Baru. Dengan mengaitkannya kemudian pada perkembangan yang lebih umum, kita berharap dapat mendekati tujuan penulisan ini: suatu gambaran tentang transformasi sosial-budaya, ekonomi dan politik Indonesia yang secara struktural merubah orientasi politik kalangan Islam Indonesia. Karena itu, tesis utama tulisan ini adalah bahwa perubahan-perubahan orientasi politik massa Islam bukanlah semata-mata didorong oleh reinterpretasi terhadap ajaran-ajaran itu sendiri, melainkan juga dipercepat oleh perubahan struktural.
Kembali kepada Lukman Harun. Setelah dengan teliti mendengarkan pendapat William Liddle dalam sebuah diskusi informal Muhammadiyah – bahwa Islam justeru berkembang di Indonesia tanpa terlibat di dalam politik praktis – ia menyampaikan persetujuannya. Menurut Harun, umat Islam telah dapat bergerak dalam segala aktivitas sosial-budaya dan keagamaannya tanpa harus berhadapan dengan hambatan-hambatan serius seperti yang ditemuinya di masa lalu. “Kecurigaan-kecurigaan pemerintah terhadap Islam,” ujarnya, “lenyap begitu Islam melepaskan diri dari “penjara politik””.
Tentu saja, mengaitkan pendapat Harun ini sebagai petunjuk perubahan persepsi diri di kalangan umat Islam bukanlah suatu hal yang tepat. Selain sangat bersifat pribadi, pendapat itu tidaklah mewakili pandangan mayoritas. Memaksakan generalisasi dari pernyataan ini berarti melakukan reduksi terhadap realitas.
Namun terkadang meneliti pernyataan-pernyataan pribadi bisa juga mendekatkan kita kepada persoalan yang sedang kita bicarakan ini – yang, dalam hal ini menandai sampai sejauh mana perubahan-perubahan persepsi diri di kalangan umat Islam telah berlangsung. Bahkan di dalam beberapa kasus, pernyataan-pernyataan itu bisa membawa kita kepada pemahaman yang lebih tajam mengenai kecenderungan-kecenderungan umum yang sedang berlangsung. Dalam kata lain, pernyataan-pernyataan pribadi – kendatipun tidak menggambarkan keseluruhan fakta – adalah ungkapan-ungkapan dari mana kecenderungan-kecenderungan umum bisa dilacak.