Pendahuluan
Dalam teori ekonomi makro ada suatu peralatan analisa yang ampuh yang dapat digunakan untuk melihat apakah ekspansi ekonomi telah terjadi, apakah stabilisasi harga sudah terganggu atau, apakah pengaruh kebijaksanaan di bidang pasar barang (commodity market) terhadap ekonomi. Demikian pula, apakah impak dari kebijaksanaan di bidang pasar uang (money-market) terhadap ekonomi dan apa pula pengaruh perubahan faktor produksi terhadap ekonomi. Peralatan itu ialah analisa permintaan keseluruhan (aggregate demand) dan penawaran keseluruhan (aggregate supply)2
Dimaksud dengan permintaan keseluruhan ialah hubungan antara pendapatan nasional dalam arti riil dengan harga pada saat mana pasar uang dan pasar barang berada dalam keseimbangan (equilibrium). Di lain pihak yang dimaksud dengan penawaran keseluruhan ialah hubungan antara pendapatan nasional dalam arti riil dengan harga, pada saat mana pasar faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja misalnya, berada dalam keadaan seimbang.
Karangan ini bermaksud menganalisa sejauh mana peranan anggaran belanja negara (budget) dalam pembangunan ekonomi dengan menggunakan analisa permintaan keseluruhan dan penawaran keseluruhan. Dalam makro ekonomi biasanya yang dimaksud dengan anggaran belanja pemerintah ialah anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah, akan tetapi dalam tulisan ini pengertian anggaran belanja terutama dibatasi kepada anggaran belanja pemerintah pusat saja.
Permintaan dan Penawaran Keseluruhan
Permintaan keseluruhan pada hakekatnya adalah merupakan hasil penurunan daripada keseimbangan besaran-besaran ekonomi yang terdapat pada pasar barang (commodity market) dan pasar uang (money market). Dalam perekonomian tertutup (tidak ada perdagangan luar negeri) sederhana (tidak ada pemerintah) maka keseimbangan dalam pasar barang akan dicapai apabila jumlah investasi (= I) sama dengan jumlah tabungan (saving = S). Dalam sistem perekonomian tertutup dengan pemerintah, maka keseimbangan akan tercapai apabila jumlah Investasi (= I) ditambah dengan pengeluaran pemerintah (government expenses = GE) sama dengan jumlah tabungan ditambah dengan penerimaan pemerintah (government revenues = GR). Dinyatakan dalam bentuk persamaan, keseimbangan tercapai apabila kesamaan (I + GE) = (S + GR) dipenuhi. Dalam sistem perekonomian terbuka yang serba-neka (complicated), pasar barang akan berada dalam keseimbangan apabila jumlah investasi ditambah dengan pengeluaran pemerintah sama dengan jumlah tabungan ditambah penerimaan pemerintah ditambah lagi dengan hasil netto antara ekspor (= X) dikurang impor (= M). Dinyatakan dalam bentuk persamaan, berarti pasar barang dalam sistem ekonomi terbuka akan seimbang apabila: I + GE + (X – M) = S + GR atau, (I – S) + (GE – GR) + (X – M) = 0.
Kesamaan di atas memiliki arti yang amat penting sekali bagi pasar barang. Pasar barang akan berada dalam keseimbangan apabila jumlah ketiga sektor pada ruas sebelah kiri di atas sama dengan nol. Adapun ketiga sektor itu ialah: sektor swasta atau financial market yang dinyatakan oleh (I – S), sektor budget yang diwakili oleh (GE – GR) dan sektor perdagangan luar negeri yang tertulis pada (X – M).
Untuk pembaca yang ingin mendalami analisa ini lebih lanjut dapat membaca: a. Joseph P. Mc Kenna, Aggregate Economic Analysis, Fourth Edition, The Dryden Press Inc, Hinsdale, Illinois, 1972, bab 12 dan bab 13. b. William H. Branson, Macro Economic Theory And Policy, Harper & Row, Publishers, New York, 1972, bab 14.
1 Terimakasih saya ucapkan kepada peserta kursus PPN – UI & Bappenas 1977 dari mana ide ini timbul.
2 Untuk pembaca yang ingin mendalami analisa ini lebih lanjut dapat membaca: a. Joseph P. Mc Kenna, Aggregate Economic Analysis, Fourth Edition, The Dryden Press Inc, Hinsdale, Illinois, 1972, bab 12 dan bab 13. b. William H. Branson, Macro Economic Theory And Policy, Harper & Row, Publishers, New York, 1972, bab 14.