Prisma

Angkatan Bersenjata dalam Percaturan Politik di Indonesia

Dalam hidup pribadi kita sering mengenangkan hal-ihwal masa lampau untuk memahami atau menempatkan pengalaman pada masa kini dalam hubungannya dengan rangkaian peristiwa masa lampau itu. Kita sadar ada kesinambungan antara hal-ihwal masa kini dengan hal-ihwal masa lampau itu. Kita jadi lebih sadar akan sebab-musabab hal-ihwal kita yang sekarang.

Sering pula kita membandingkan hal-ihwal kita pada suatu ketika, baik pada masa lampau maupun pada masa kini, dengan hal-ihwal orang lain. Tentu saja hal-ihwal atau kondisi orang itu pada umumnya harus sama atau mirip dengan hal-ihwal atau kondisi kita pada umumnya. Jika tidak, maka akan sukar diadakan perbandingan.

Apa yang sering kita lakukan pada tingkat pribadi, dapat pula kita lakukan pada tingkat kolektif, misalnya pada tingkat suatu kelompok, kecil maupun besar. Bahkan pada tingkat kelompok yang amat besar seperti suatu bangsa pun kita dapat melakukan dua pendekatan untuk mengerti hal-ihwal masa kini itu. Dua pendekatan itu dapat kita namakan pendekatan reflektif dan pendekatan komparatif. Jika pendekatan itu dilakukan tentang peristiwa masa lampau, maka namanya pendekatan historis-reflektif dan pendekatan historis-komparatif.

Di sini akan dicoba untuk membahas soal angkatan bersenjata dalam percaturan politik di Indonesia dengan memakai kedua pendekatan itu.

Dari rahim revolusi atau partai pelopor

Dari kurang lebih 50 negara baru yang lahir sesudah akhir Perang Dunia II, hanya empat yang mencapai kemerdekaannya dengan suatu perjuangan bersenjata, suatu perang kemerdekaan atau suatu revolusi. Selebihnya menerima kemerdekaannya secara baik-baik dari penjajahnya. Keempat bangsa itu adalah Indonesia, Vietnam, Israel dan Aljazair. (Israel tidak melakukan perjuangan bersenjata terhadap penjajah, melainkan terhadap Inggeris yang memegang mandat atas Palestina. Aspek moral daripada perjuangannya menentang resolusi PBB yang membagi Palestina atas suatu negara Arab dan suatu negara Yahudi, di sini tidak dipersoalkan. Di sini Israel diambil hanya sebagai salah satu kasus dari suatu negara baru sehabis Perang Dunia II yang mencapai kemerdekaan nasionalnya dengan suatu perjuangan bersenjata. Juga sistem politik yang dipakai oleh keempat negara itu tidak dipersoalkan).

Baik Indonesia, Vietnam, Israel dan Aljazair, tentaranya lahir di dalam perjuangan bersenjata dan karenanya dapat digolongkan ke dalam jenis “tentara pembebasan nasional” atau armies of national liberation menurut terminologi Morris Janowitz.1 Jenis-jenis tentara yang lain pada negara-negara baru menurut Janowitz adalah: yang ex-colonial (misalnya tentara India, Pakistan, Mesir), yang non-kolonial (seperti Muangthai dan Ethiopia, karena kedua negara itu tidak pernah dijajah), dan yang post-liberation (seperti Nigeria, Zaire, dan pelbagai negara Afrika lainnya). Andaikata tentara kita dulu merupakan transformasi daripada suatu tentara kolonial, misalnya KNIL, atau tentara PETA maka sudah barang tentu tentara Indonesia pun akan masuk jenis ex-colonial. Dan kiranya kepribadian TNI atau ABRI sebagai keseluruhan akan lain daripada kenyataannya sekarang.

Tetapi, jika angkatan bersenjata keempat negara itu diteliti lebih saksama, maka akan dapat dikonstatasi, bahwa angkatan bersenjata Indonesia dan Aljazair memiliki sifat yang lain dibandingkan dengan angkatan bersenjata Vietnam dan Israel. Angkatan Bersenjata Indonesia dan Aljazair memainkan peranan politik di samping melaksanakan fungsi militernya, sedangkan angkatan bersenjata Vietnam dan Israel tidak; artinya, di kedua negara tersebut terdapat civilian supremacy sipil atau supremasi sipil.


1 Morris Janowitz, The Military in the Political Development of New Nations: An Essay in Comparative Analysis, 2nd. impr., Chicago and London, 1965, hal. 13. Beda pendapat saya dengan Janowitz adalah bahwa ia memasukkan Birma ke dalam jenis ini dan Vietnam tidak, sedangkan saya bersikap sebaliknya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan