Prisma

Antara Mujtahid dan Mukallid Sastra

Pramoedya Ananta Toer, Tempo Doeloe. Antologi Sastra Pra-Indonesia, (Jakarta: Penerbit HASTA MITRA, 1982), 347 halaman dengan daftar kata-kata.

Oleh mazhab sastra resmi dijadikan pegangan bahwa sejarah sastra Indonesia—sesudah Abdullah bin Abdulkadir Munsyi—dimulai oleh sastra Balai Pustaka. Demikianlah dalam pelajaran sastra Indonesia resmi dari tokoh yang tutup usia dalam tahun 1854 ini orang melakukan lompatan yang tidak tanggung-tanggung jauhnya melampaui jarak kira-kira 70 (tujuh puluh!) tahun kosong, dan kemudian baru mulai lagi tahun 1920: Balai Pustaka dengan produksinya. Apa konon yang terjadi dalam cakrawala gelap sastra Indonesia?

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan