Prisma

Antara Tinggal Landas dan Demokrasi Ekonomi: Pembangunan Kapitalis dan Industri Kendaraan Bermotor*

Perkembangan industri kendaraan bermotor di Indonesia selama ini dipengaruhi oleh dua tujuan kebijaksanaan yang bersaing dan seringkali saling bertentangan. Di satu sisi, ada tujuan yang berupaya memperdalam struktur produksi industri kendaraan bermotor, dan sementara itu di sisi yang lain, ada juga tujuan untuk melibatkan perusahaan-perusahaan kecil sebanyak mungkin dalam proses produksi. Sejak kemerdekaan, dua tujuan tersebut itulah yang selalu muncul ke permukaan dalam kebijaksanaan ekonomi Indonesia.

DI Indonesia, berbagai bentuk pengendalian oleh negara nampak banyak dilonggarkan dalam tahun 1989. Meski maknanya janganlah dilebih-lebihkan, namun iklim politik yang baru ini membuka peluang bagi masyarakat luas untuk mengadakan perdebatan mengenai masalah-masalah sosial yang hangat. Mungkin saja langkah melonggarkan kendali ini tidak lebih dari satu tahap siklus yang telah terbentuk selama dasawarsa-dasawarsa terakhir. Mungkin juga kelonggaran tersebut akan diikuti oleh langkah memperketat kembali kendali secara mendadak. Ataukah iklim yang relatif terbuka untuk perdebatan di dalam masyarakat adalah suatu pertanda bahwa kekuatan-kekuatan tertentu pada tingkat negara sedang menguji kemungkinan guna membentuk persekutuan politik di masa datang dalam kaitannya dengan masalah pergantian pimpinan negara yang makin mencuat, yang untuk sementara memberikan keleluasaan lebih besar kepada kelompok-kelompok masyarakat yang berkecimpung dalam kancah politik? Apapun sebabnya, hasil nyata langkah tersebut adalah bahwa beberapa masalah sosial penting, yang selama ini nampaknya seperti dilarang diperbincangkan di depan umum, sekarang dapat dibahas secara lebih terbuka.


* Tulisan ini diterjemahkan dari Prisma (Inggris) No. 48, December 1989. Merupakan suntingan makalah yang disajikan dalam panel State and Society dalam konferensi “New Directions in Asian Studies,” Singapore, 1-3 Februari , yang diadakan oleh Asian Studies Association of Australia (ASAA) dan Singapore Institute of Southeast Asian Studies. (ISEAS). Temanya banyak diangkat dari Bab 10 disertasi saya. Lihat Ian M. Chalmers, Economic Nationalism and the Third World State: The Political Economy of the Indonesian Automotive In- dustry, 1950-1984, Australian National University, 1988.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan