
Clifford Geertz, Negara: Negara Teater di Bali Abad Kesembilan Belas, Princeton University Press USA, 1980, 295 hal.
GAMBARAN ekspresif tentang kerajaan Bali abad ke 19 selalu diperlihatkan dalam bentuk upacara, ritual, dan drama umum dari obsesi yang menguasai budaya Bali, yaitu perbedaan sosial dan kebanggaan status. Kerajaan Bali adalah negara panggung (theatre state) dimana para raja dan pangeran adalah impresarionya, pendeta sutradaranya, dan rakyat jelata adalah para pemain, awak panggung, dan sekaligus penontonnya. Perang puputan, ngaben, pengasahan gigi, sesajen untuk pura, dan penyucian — drama-drama dengan pengerahan puluhan, ratusan, bahkan ribuan rakyat jelata — bukanlah sarana untuk mencapai tujuan politik, tapi merupakan tujuan politik itu sendiri. Untuk drama-drama seperti itulah gunanya negara.