APBN 1986/1987 punya potensi vital sebagai alat manajemen ekonomi nasional. Sayangnya, tulis Hartojo Wignjowijoto, ia tak digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, tetapi hanya sebagai alat manajemen “dompet”; jika saku kanan kehabisan, ditutup dengan saku kiri. Ia memberi kesan, seolah-olah pemerintah mengundurkan diri dari peranannya sebagai leading sector. APBN 1986/1987 harus diangkat derajatnya menjadi alat manajemen ekonomi nasional, dengan tujuan mendorong kembali gairah berproduksi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
* Perkiraan tersebut dihitung atas dasar angka anggaran Pembangunan Tahun Fiskal 1986/1987 yang disesuaikan dengan 62 sektor ekonomi seperti tercantum dalam Tabel Input/Output Tahun 1980. Perkiraan tersebut dilakukan oleh Professor Douglas S. Paauw atas permintaan PT Aspecindo Kreasi untuk keperluan Lokakarya Sumbangan Pemikiran tentang RAPBN 1986/1987 tersebut diatas.