Prisma

ASURANSI KREDIT

Sebagai Sarana Pengembangan Usaha2 Ketjil & Menengah di Indonesia

I. Pendahuluan

Seperti kita telah mengetahui bahwa titik tolak perubahan kebidjaksanaan ekonomi nasional tertjermin didalam berbagai peraturan dan ketentuan jang dikeluarkan oleh Pemerintah kita pada bulan Oktober 1966. Pada waktu itu dan waktu sesudah itu kita sering mendengar istilah2 baru seperti “program penghematan”, “anggaran seimbang“, “kebijakan uang ketat“, “kredit selektif dan terarah dengan baik” d.l.l. Pada waktu itu kita semua merasakan suasana penghematan lebih-lebih jang bekerdja dilingkungan departemen, sedang dimasjarakat banjak dibitjarakan orang stagnasi ekonomi, meningkatnja pengangguran disebabkan karena banjaknja perusahaan jang terpaksa tutup atau mengurangi kegiatannja, daja beli rakjat jang rendah d.l.l. Disamping suara-suara tersebut dimasjarakat tampak gedjala jang “aneh” (bagi orang awam), jaitu membandjirnja barang2 impor, mulai dari sabun mandi, kain sampai barang2 mewah, sehingga lebih menjulitkan kedudukan pengusaha industri nasional.

Kesemuanja itu sekarang telah lampau dan baru sekarang orang awam mungkin mengerti bahwa keadaan tahun 1967-an memang merupakan akibat jang tidak terelakkan dalam rangka usaha Pemerintah untuk meletakkan dasar baru bagi pembangunan ekonomi. “Perencana ekonomi” kita telah memperhitungkan semuanja itu. Didalam melakukan “operasinja”, para perantjang ekonomi kita telah mengetahui bahwa bakal ada jang terkena rasa sakit atau harus membajar ongkos jang mahal dengan pengorbanan d.l.l., namun djika rentjana perbaikan dan pembangunan ekonomi berhasil, maka kita semua akan menikmatinja.

Usaha Pemerintah untuk menguasai dan mengendalikan ladju inflasi jang ditahun 1966 berada disekitar 650 procent, ternjata pada waktu ini telah berhasil mengendalikannja pada tingkat jang boleh dikata “pada tingkat internasional”. Oleh karena itulah Pemerintah telah berani mulai meletakkan langkah pertama melaksanakan pembangunan jang kita kenal bersama sebagai PELITA pertama. Berbarengan dengan itu, maka mulai difikirkan pula membangkitkan kembali usaha nasional jang tadi dikatakan telah terkena akibat “operasi”, dalam rangka menguasai ladju inflasi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan