Prisma

Badan Prakoperasi Wanita Sebagai Agen dalam Pembangunan di Indonesia*

Akhirakhir ini wanita menjadi kelompok sasaran khusus bagi kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat, karena proses pembangunan seringkali menciptakan sejumlah persoalan bagi kelompok wanita, terutama wanita miskin. Studi ini menelaah keberhasilan usaha LSM untuk mengembangkan program prakoperasi wanita dengan mengambil beberapa contoh kasus.

“USAHA bersama”, suatu kegiatan gotongroyong terutama di kalangan kaum wanita khususnya, banyak dijumpai dalam program pembangunan masyarakat di bawah binaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia. Lembaga kemasyarakatan seperti LP3ES di KlatenJawa Tengah, Yasanti (Yayasan Annisa Swasti) di Yogyakarta dan Puskowanjati (Pusat Koperasi Wanita di Jawa Timur), Malang, terkenal karena programprogramnya untuk kaum wanita. Makalah ini akan membahas programprogram tersebut. Uraian dan bahasan berikut adalah hasil penelitian lapangan terhadap kegiatan prakoperasi wanita di Jawa Tengah.1


* Makalah hasil revisi yang disiapkan untuk seminar “Perubahan Sosial pada DesaDesa di Jawa? Beberapa Tinjauan tentang Potensi Pesantren dan Koperasi Wanita sebagai Agen Pembaruan”, diselenggarakan pada tanggal 25 Februari, 1988 di Lembaga Penelitian Kawasan dan Pembangunan Pedesaan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan pada tanggal 27 Februari 1988 di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

1 Penelitian yang dibiayai oleh Universitas Kristen Satya Wacana, meneliti perubahan dalam kedudukan sosial ekonomi kaum wanita karena partisipasi mereka dalam badan prakoperasi dan kelompok swadaya. Penelitian lapangannya dilaksanakan selama setahun dari April 1986 sampai April 1987. Selain berkunjung kepada LSM wanita dan koperasi wanita di daerah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, penelitian juga memfokuskan perhatiannya pada sebuah studi kasus di sebuah desa dalam Kabupaten Klaten, tempat kelompokkelompok wanita binaan LP3ES melaksanakan kegiatan. Laporan pertama penelitian “Perubahan dalam Peranan Wanita di Jawa karena keikutsertaan dalam kelompok swadaya wanita, baik yang formal maupun informal” dapat diperoleh dari LP3ES Klaten.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan