Prisma

Bagaimana Banalitas Otoritarianisme Bekerja: Negara, Populisme, dan Uncivil Islam

Secara gradual dan pasti, Indonesia bergerak ke zaman kegelapan (dark age). Demokrasi telah dibunuh dan otoritarianisme dibangkitkan kembali melalui wajah baru: the banality of authoritarian populism. Dengan topeng populisme yang menipu rakyat (fraudulent populism), otoritarianisme bekerja melalui pertunjukan negara yang dikangkangi sebagai senjata politik—the weaponized state—bagi pemerintahan otoriter yang kompetitif. Saya mengajukan tesis utama tentang bagaimana otoritarianisme yang banal bekerja untuk meratakan jalan luas bagi keberlangsungan pemerintahan otoriter yang kompetitif melalui lima arena kontestasi politik: rute otoritarianisme elektoral di arena pemilu, koalisi super mayoritas multipartai di arena legislatif, politisasi birokrasi pemerintah di arena eksekutif, persenjataan penegakan hukum di arena yudikatif, dan bahkan penundukan kekuatan uncivil Islam di arena publik.

Kata Kunci: demokrasi, partai politik, pemilu, populisme otoritarian, uncivil Islam

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan