Bahasa Indonesia konon pernah memiliki spirit revolusioner. Namun sekarang walaupun wajahnya tetap sama tetapi isinya mengalami proses kramanisasi. Bagi Mochtar Pabottingi hal tersebut ternyata lebih merupakan peringatan daripada sebagai posisi representatif, karena ternyata ada tiga pelaku bahasa Indonesia saat ini yang justeru bertindak berlawanan dari keyakinan itu.