Tulisan ini bermaksud membicarakan peranan bank sentral sebagai sebuah lembaga yang mempunyai wewenang mengedarkan uang dalam suatu negara. Dia merupakan lembaga yang menelaah dan menentukan keperluan masyarakat akan jumlah uang dan kredit dan bertanggungjawab pada pelaksanaan kebijaksanaan moneter pemerintah.
Bank sentral sangat diperlukan oleh setiap negara. Sangat sedikit negara yang tidak mempunyai bank sentral sendiri dewasa ini. Negara-negara yang tidak memiliki bank sentral berusaha mendirikan bersama dengan negara-negara tetangga, seperti Banque Centrale des Etats de l’Afrique de l’Ouest dan Banque Centrale des Etats de l’Afrique Equatoriale et du Cameroun yang meliputi Kenya, Uganda, Tanganyika, Zanzibar dan Camerun.
Suatu keistimewaan bank sentral adalah bahwa dia merupakan lembaga tunggal yang tumbuh paling akhir. Dapat dikatakan bahwa bank sentral adalah produk abad ke-20. Di dalam periode permulaan zaman modern, bank sentral telah ada dan fungsi-fungsi perbankan sentral sudah dijalankan, akan tetapi perbankan sentral saja tidak memberikan lingkungan yang jelas di dalam teori dan praktek keuangan. Masalah-masalah keuangan yang kompleks yang timbul akibat peperangan dan berbagai krisis ekonomi telah menonjolkan prinsip-prinsip perbankan sentral dan operasi-operasi bank sentral ke pentas kehidupan ekonomi masyarakat.
Perkembangan the Bank of England memberikan ilustrasi yang cukup baik tentang proses evolusi dengan mana bank-bank sentral yang lebih tua timbul untuk memegang posisi yang dominan dalam sistem perbankan masing-masing negara. Walaupun bank tersebut didirikan hampir 40 tahun sesudah lahirnya bank sentral Swedia, the Bank of Sweden, kepadanya toh diberikan gelar mother of central banks oleh karena the Bank of England telah membuka jalan untuk mendapatkan dan mempraktekkan kekuasaan perbankan sentral.
Ciri penting bank-bank sentral bukan saja diperlukan oleh keistimewaan bank tersebut sebagai sebuah institut tunggal dan gudang kekuasaan yang luar biasa, tetapi juga karena: 1. bank sentral bukan institut yang mengutamakan keuntungan; 2. dia berada dalam pengawasan dan partisipasi rapat dengan pemerintah; dan 3. dia melakukan operasi-operasinya terutama dengan bank-bank dan bukan dengan masyarakat umum. Bank sentral sering disebut bankers’ bank, karena dia membatasi kegiatannya dengan lembaga-lembaga perbankan lainnya. Dia menyediakan diri untuk memberikan jasa-jasa kepada bank-bank komersil sebagaimana bank-bank komersil memberikan kepada umum.
Fungsi utama bank sentral adalah mengawasi ekspansi dan kontraksi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, yang meliputi uang kartal dan uang giral. Untuk memenuhi fungsi ini, bank sentral membuatkan hak-hak prerogatif lainnya, yaitu: 1. kekuasaan dalam hubungan dengan pengedaran uang kertas bank;