Prisma

Batas-batas Akhir Pertumbuhan Dunia – Hasil Penelitian Global dengan Komputer disponsori oleh Club of Rome*

“Pertumbuhan di bumi kita akan mencapai batas terakhir dalam masa seratus tahun mendatang ini” apabila dibiarkan berjalan terus mengikuti arah perkembangan yang sekarang.

Limits to Growth

Tulisan ini berjudul The Limits to Growth (Batas-Batas Akhir Pertumbuhan) yang baru terbit, memberikan suatu ikhtisar mengenai soal-soal pokok dan kesimpulan suatu studi dengan bantuan komputer, yang bertujuan mempelajari, mengukur serta memproyeksikan interaksi dari kelima faktor yang menyangkut seluruh dunia, yaitu: faktor penduduk, produksi pertanian, industrialisasi, pencemaran alam lingkungan, dan konsumsi sumber-sumber alam yang tak tergantikan. Dikhawatirkan bahwa laju pertumbuhan secara eksponensiil dari faktor-faktor tersebut di atas, dalam waktu 100 tahun mendatang ini akan membawa sistim dunia kepada batas-batas terakhir kemampuan bumi – bahkan akan melampaui daya pikul planit kita. Mengingat pola interaksi yang bersifat eksponensiil antara kelima faktor pokok tersebut di atas, maka studi itu berkesimpulan, bahwa apabila laju gerak pertumbuhannya tidak dihentikan, keterbatasan yang dipaksakan oleh alam akan mengakibatkan ambruknya sistim-sistim penunjang kehidupan ilmiah dan sosial. Guna mencegah terjadinya bentrokan dengan batas-batas kemampuan alam tsb, harus diusahakan untuk menciptakan suatu keadaan sedunia yang seimbang, dimana pertambahan penduduk dan modal industri tetap stabil.

The Limits to Growth merupakan tahap pertama dari Proyek tentang Kegawatan Situasi Ummat Manusia (Project on the Predicament of Mankind) yang dilaksanakan oleh Kelompok Roma.1 Studi selama 18 bulan itu – yang dibiayai dengan sumbangan Yayasan Volkswagen di Jerman – telah dilakukan oleh sebuah tim internasional beranggotakan 17 orang dengan diketuai oleh Dr. Dennis L. Meadows dari Massachussetts Institute of Technology (MIT). Tahap pertama Proyek tersebut didasarkan pada karya rintisan Profesor Jay Forrester dari MIT serta ahli-ahli lain di bidang System Dynamics. Metodologi System Dynamics ini telah dipakai sebagai kerangka pemikiran untuk menunjukkan 1) pengaruh-pengaruh hubungan timbal-balik dan interaksi dari kelima komponen pokok yang terpilih tadi di gelanggang dunia; dan 2) bagaimana komponen-komponen pokok tersebut pada gilirannya mempengaruhi sistim-sistim ekologi dunia yang mudah rusak itu.


* Tulisan aslinya berjudul “Major Computerized Global Study Sponsored by Club of Rome” yang dimuat dalam Survey of International Development, Vol. IX, No. 3, March 1972, yang diterbitkan oleh Society for International Development (SID) di Washington. Terjemahan dilaksanakan oleh R. Sedhono.

1 Kelompok Roma – Club of Rome – adalah suatu perkumpulan bersifat multinasional, interdisipliner, non-politis dan informil, terdiri dari kira-kira 85 warga dari 30 kebangsaan. Para anggota Kelompok itu bersatu dalam kekhawatiran mereka terhadap masalah-masalah sedunia yang saat ini sedang mengancam kesejahteraan sosial dan ekonomi umat manusia. Tanpa hendak mempertahankan faham ideologi, politik atau pandangan-pandangan nasional masing-masing apapun, para anggota berkeyakinan, bahwa masalah-masalah besar yang dihadapi umat manusia dewasa ini memiliki dimensi dan sangkut-paut demikian luas dan rumitnya, “sehingga lembaga-lembaga maupun kebijaksanaan-kebijaksanaan tradisionil tidak sanggup lagi memecahkan masalah-masalah tersebut, bahkan tidak mampu memahami isi sepenuhnya”.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan