Sekitar 700 juta manusia terhimpit oleh kemiskinan yang sangat parah di daerah-daerah pedesaan negara-negara sedang berkembang. Tingkat kemiskinan mereka begitu menyedihkan sehingga merupakan hinaan bagi harga diri manusia—bagi harga diri mereka, karena sebagai manusia mereka berhak hidup lebih baik; dan bagi harga diri kita, karena semua kita memiliki kemampuan untuk berbuat lebih banyak guna menolong mereka, dan kita belum berbuat demikian. Dua tahun yang lalu saya membuat suatu rencana untuk mengurangi kemiskinan yang parah di daerah pedesaan. Rencana ini dititik beratkan bagi lebih dari 100 juta petani-petani kecil dan keluarga mereka. Dan apa yang ada dalam rencana ini bukanlah kesejahteraan tradisionil, tetapi penanaman modal yang baik guna menolong mereka agar lebih produktif. Ini merupakan rencana yang dapat berhasil yang memerlukan kesanggupan mengambil keputusan politis, kebijaksanaan-kebijaksanaan baru dan pembagian kembali kekayaan. Tetapi ini dapat mengembalikan keuntungan-keuntungan yang luar biasa. Kami di Bank Dunia sedang mengembangkan suatu program baru yang menyeluruh dari proyek-proyek pembangunan desa yang tak terpisahkan untuk menolong pemerintah. Proyek-proyek tersebut menyatukan komponen-komponen sosial dan ekonomi dalam satu paket yang khusus direncanakan untuk membantu mengubah kemiskinan menjadi produktivitas. Perjalanan kita masih jauh, tetapi bukti yang ada telah jelas: rencana tersebut dapat berjalan.
* Artikel ini merupakan terjemahan yang dipersingkat dari “Burdens of Third World Cities” dalam majalah Insight, October 1975, berasal dari pidato McNamara di depan Dewan Gubernur Bank Dunia, September 1975.

