Prisma

Bebas-Aktif di Tengah Dunia

Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif dapat dilihat berdasar tiga faktor dasar: sejarah dan kemauan subyektif manusia Indonesia, geopolitik dan perkembangan politik serta ekonomi internasional. Selama 40 tahun kemerdekaan RI, Juwono Sudarsono melihat, bahwa RI berdiri bukan sekedar faktor kesejarahan dan kemauan subyektif para pemimpin bangsa, tetapi karena etos kebangsaan yang dimilikinya. Letak geopolitik yang menguntungkan yaitu posisi silang, sumber alam dan iklimnya memungkinkan Indonesia mempertahankan persatuan dan kesatuannya. Politik luar negeri bebas dan aktif akan terus bermakna di masa depan bila Indonesia dapat memberi peluang bagi gagasan baru di bidang hubungan luar negerinya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan