Membahas masalah sumber-sumber dan pengembangan energi Indonesia menuju tahun 2000, mencakup pokok masalah yang terlalu luas: Kenyataan ini berarti membahas kekayaan alam Indonesia secara keseluruhan: suatu tugas yang hampir tidak mungkin dilakukan. Karena itu saya akan membatasi pembahasan, hanya mengenai beberapa aspek dari pengelolaan energi sumber-sumber alam yang benar-benar mempengaruhi kebutuhan sehari-hari setiap orang.
Fakta-fakta apakah yang diketahui mengenai pengelolaan sumber-sumber energi di Indonesia? Karena berbagai alasan praktis, saya membatasi pengertian pengelolaan sumber-sumber energi hanya mencakup produksi minyak. Kalau kita melihatnya dari segi konsumsi energi primer domestik, Indonesia menghasilkan sumber energi minyak bumi yang diexpor ini, lima kali lebih banyak dari yang dapat dikonsumsi. Selain sanggup memenuhi semua kebutuhan dalam negeri, pada saat yang sama minyak bumi juga memberikan sumbangan positif untuk neraca pembayaran kita. Posisi ini sangat menguntungkan, terutama karena situasi dunia energi yang tidak menentu dengan neraca pembayaran berbagai negara yang mengalami defisit.
Tetapi kalau kita melihat lebih dekat pada konsumsi energi domestik dewasa ini, keuntungan ini ternyata justru disebabkan kebutuhan energi per kapita yang sangat rendah. Konsumsi energi per kapita Indonesia adalah kira-kira sebesar 0,6 barel per tahun ekuivalen minyak (barrels of oil equivalent). Walaupun ini berkaitan dengan tingkat GNP (Gross National Product) yang rendah, tingkat konsumsi ini berada jauh di bawah permintaan negara-negara dengan perekonomian yang sedikit saja lebih maju. Dalam banyak hal, konsumsi terhambat oleh terbatasnya produksi dan fasilitas distribusi. Laju pertumbuhan energi dewasa ini telah melampaui 15 persen per tahun karena membaiknya fasilitas distribusi. Karena itu kita tidak boleh berpuas diri dan bersikap bahwa melimpahnya sumber-sumber dewasa ini dapat memenuhi kebutuhan kita dalam jangka panjang.
* Tulisan ini adalah kertas kerja yang disampaikan pada Simposium Masalah Energi, Sumber-sumber Alam dan Lingkungan Hidup, tanggal 25-28 Februari di Jakarta, dengan judul “Some Aspects of Energy Resource Development”. Terjemahan bebas dilakukan oleh redaksi.