Adanya kenaikan produksi beras dalam negeri yang cukup besar tahun ini tidak berarti masalah pangan telah teratasi. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu pertambahan penduduk yang cepat dibandingkan kemampuan produksi bahan makanan. Karena itu perencanaan jangka panjang bagi produksi bahan makanan sangat penting. Dalam tulisan ini Ace Partadiredja membahas faktor-faktor yang berpengaruh dalam masalah produksi pangan di Indonesia, khususnya produksi total yang menyangkut luas panen dan produksi per hektar. Dia juga menguraikan tentang pentingnya teknologi lepas panen.
Pendahuluan
Dalam beberapa surat kabar FAO telah mencanangkan bahwa persediaan bahan makanan dalam tahun-tahun mendatang ini akan semakin susut, dan produksinya ketinggalan dibandingkan dengan pertambahan penduduk. Indonesia yang pada tahun 1980 ini ditaksir berpenduduk lebih dari 140 juta, harus juga menghadapi kemungkinan ini dalam waktu dua tiga dekade yang akan datang, atau mungkin lebih lama lagi kalau tidak dapat mengatasinya dalam jangka waktu itu. Dari manapun asalnya bahan makanan itu, penduduk yang bertambah secara absolut besar itu harus diberi makan. Karena itu perencanaan jangka panjang (20-30 tahun) produksi bahan makanan sebaiknya dipertimbangkan. Bagi masyarakat umum memahami masalah yang ada hubungannya dengan produksi adalah langkah pertama. Dengan memahami masalahnya ini diharapkan agar ikut memikirkan langkah selanjutnya, sekurang-kurangnya merasa simpati kepada pihak-pihak yang dengan susah payah menghasilkan bahan makanan yang diperlukan setiap orang di kota dan di desa tanpa kecuali, dan tidak mudah saling melemparkan tanggungjawab.
Perhatian pertama tentunya tertuju pada produksi total bahan makanan, bagaimana kenaikannya setiap tahun bila dibandingkan dengan kenaikan penduduk, bagaimana menutupinya bila ada kekurangan dibandingkan dengan kebutuhan penduduk, yang tidak hanya jumlahnya bertambah tetapi konsumsi perkapitanya juga naik. Produksi total ditentukan oleh luas panen di satu pihak dan produksi per hektar di pihak lain. Luas panen ditentukan oleh luas tanaman dan serangan hama penyakit, banjir dan kekeringan. Luas tanam ditentukan oleh luas areal pertanian. Luas serangan hama penyakit sedikit banyak tergantung pada kemahiran dan ketangkasan petani untuk meramalkan datangnya hama dan penyakit serta memberantasnya. Sedangkan banjir dan kekeringan mempunyai jangkauan yang lebih jauh lagi, menyangkut lingkungan dan pelestarian sumber alam.
Produksi per hektar ditentukan oleh keadaan dan kesuburan tanah; varitas tanaman, penggunaan pupuk organik dan anorganik, tersedia tidaknya air dalam jumlah yang cukup, dan alat-alat pertanian yang kesemuanya itu termasuk modal; teknik bercocok tanam; teknologi yang dalamnya termasuk organisasi, manajemen, dan gagasan-gagasan serta tenaga kerja.