Pengantar
Dalam kehidupan manusia di atas bumi sejak dahulu kala olahraga sudah menjadi persoalan, bahkan persoalan penting hingga kini dan akan tetap penting pula selama bumi yang fana masih ada dan manusia masih mendiaminya. Pentingnya olahraga, sedikitnya secara prinsipil, tidak kurang tinimbang pentingnya ekonomi, budaya, seni dan bidang kehidupan manusia yang lain. Tidak jarang yang berkuasa di bidang politik, ekonomi, budaya atau bidang-bidang lain cenderung dan juga mampu meremehkan arti dan makna olahraga bagi dan dalam kehidupan manusia. Namun pada saat-saat tertentu, pengertian sampai pada pengakuan bagi olahraga sebagai sesuatu yang memiliki fungsi sekaligus makna tertentu dalam kehidupan manusia senantiasa muncul kembali.
Dalam hubungan itu sudah sepantasnya kita menjelajahi isi dan pengertian olahraga secara lebih mendalam. Tulisan singkat ini mencoba mencari dan bila mungkin menemukan unsur-unsur dan segi-segi yang kiranya dapat dimanfaatkan dalam kehidupan kita sebagai bangsa ataupun selaku pribadi-pribadi.
Di Dunia Barat dan dunia lainnya di luar Indonesia olahraga, biasanya disebut sport. Biasanya orang beranggapan bahwa istilah sport itu adalah sebuah kata bahasa Inggeris. Namun anggapan tersebut keliru. Sport adalah kata-kerja dalam bahasa Perancis, desporter, yang berarti: membuang lelah. Kalau dibuka ensiklopedi Jerman yang termasyhur, Der Grosze Brockhaus, maka tentang sport ditulis sebagai berikut: pemuasan, hobby, selanjutnya suatu tindakan yang dilakukan aus
Ihrer selbst willen (kira-kira semacam: l’ art pour l’ art dalam kesenian: seni untuk seni), akibat kesenangan setelah mengatasi kesulitan-kesulitan dan umumnya di bawah pengakuan peraturan-peraturan tertentu secara suka-rela, lebih-lebih di bidang latihan-latihan jasmani. Dalam bahasa Indonesia sering dipergunakan istilah sport, mungkin sebagai warisan zaman penjajahan atau karena kita sudah terbiasa mengikuti kebiasaan internasional. Suatu kebiasaan serta kecenderungan yang baik, misalnya ditilik dari motto FIDE (Fédération Internationale des Echecs= Persatuan Catur Internasional): gens una sumus, yaitu kita adalah satu umat. Dalam pada itu istilah asli Indonesia adalah: olahraga. Kamus Poerwadarminta menerangkan olahraga sebagai latihan gerak badan untuk menguatkan badan seperti sepakbola, berenang dan seterusnya. Jelas Poerwadarminta berpendapat bahwa olahraga adalah suatu persoalan jasmaniah, bukan suatu persoalan rohaniah. Sebagaimana ia pun memisahkan antara jiwa dan raga, yaitu tubuh manusia. Jadi bagi Poerwadarminta olahraga adalah usaha mengolah, melatih raga atau tubuh manusia untuk menjadi sehat dan kuat. Apakah pemisahan itu sesuai dengan tujuan semula dan atau tujuan masa kini?



