Mungkin belum banjak jang menjadari, bahwa dewasa ini kita sudah hampir memasuki tahun ke-empat pelaksanaan Repelita Ke-I. Sesudah 31 Maret 1974, Indonesia segera melandjutkan dengan Repelita Ke-II. Betapa tjepatnja waktu berdjalan, begitu banjak kegiatan pembangunan kita lakukan, tapi djuga begitu banjak jang belum kita garap. Lebih2 lagi begitu banjak kekurangan2 kita, pengetahuan dan partisipasi masjarakat, maupun hal2 jang masih harus kita peladjari dan kembangkan bersama.
Seperti sudah sama2 dirasakan, inti dari kegiatan2 pembangunan adalah apa jang dinamakan “projek”. Kedalam projek inilah hampir semua kegiatan2 pembangunan dituangkan. Sedjak dimulainja Pembangunan Lima Tahun, sudah ribuan projek2 pembangunan dipersiapkan dan dilaksanakan. Tidak satu propinsipun di Indonesia ini jang tidak mempunjai projek2 Pelita. Tentu sadja projek2 itu bermatjam-matjam, baik ukuran (size), djenis, ataupun bidangnja (ekonomi, umum, sosial dan sebagainja). Sebagian ada jang sudah selesai, tetapi sebagian besar masih sedang dilaksanakan. Jang djelas adalah, bahwa semua projek2 itu memiliki sifat jang sama. Jaitu merupakan kegiatan investasi darimana diharapkan akan memberikan hasil (returns) jang dapat bermanfaat bagi masjarakat setjara keseluruhan.